Home Berita Internasional Liga Arab Minta Hentikan Intervensi Asing di Libya

Liga Arab Minta Hentikan Intervensi Asing di Libya

245
0
SHARE
Atas permintaan Mesir, Liga Arab adakan pertemuan darurat pada Selasa (23/06) untuk bahas ketegangan yang meningkat di Libya. (Gambar : arabnews)

Wasathiyyah.com, Dubai – Para menteri luar negeri negara-negara Arab menolak campur tangan asing di Libya. Mereka menegaskan intervensi asing hanya akan memperburuk krisis yang tengah terjadi di Libya.

Dalam sebuah pernyataan mereka menegaskan pentingnya komitmen bersama untuk persatuan dan kedaulatan Libya serta memulihkan institusi-institusinya dari intervensi.

Sebelumnya, Liga Arab telah menyerukan agar para aktor eksternal menghentikan intervensi militer terhadap Libya dalam pertemuan virtual mereka dengan Komite Tindak Lanjut Internasional untuk Libya (IFCL). Harian Al Ahram Online melaporkan pada Senin (22/06).

IFCL juga menyerukan agar segera dilakukan eskalasi di Sirte dan dimulainya kembali perundingan antara Pemerintah Kesepakatan Nasional dengan Tentara Nasional Libya di dalam Komisi Militer Gabungan Libya 5+5 dengan tujuan mencapai genjatan senjata permanen di negara tersebut.

Liga Arab mengatakan akan mengadakan pertemuan darurat pada hari Selasa atas permintaan Mesir untuk membahas ketegangan yang semakin meningkat di Libya.

Peserta pertemuan juga akan membahas pandangan mereka tentang berbagai inisiatif termasuk Deklarasi Kairo, proposal Perdana Menteri Fayez El Serraj dan seruan untuk mempersiapkan pemilu.

Sebelumnya, pada bulan Juni, Presiden Mesir Abdel Fatah El Sisi mengumumkan proposal perdamaian yang disebut Deklarasi Kairo, yang bertujuan mengakhiri perang di Libya melalui genjatan senjata dan dewan kepemimpinan terpilih.

Awal pekan ini, Presiden El Sisi mengatakan bahwa Kairo berhak untuk ambil bagian dalam perang di Libya karena krisis di negara itu sudah mengancam perbatasannya. Ini terjadi setelah Mesir menerima ancaman langsung di perbatasan, kata El Sisi.

El Sisi juga mengatakan bahwa intervensi pasukan Mesir di Libya akan dipimpin faksi-faksi di Libya. Ia menegaskan bahwa kawasan Sitre dan Al Jufra adalah garis merah untuk keamanan negara.

Libya telah terperosok dalam kekacauan sejak pemberontakan 2011 yang mengakibatkan tergulingnya Moammar Qaddafi. (WST/RS/arabnews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.