Home Berita Internasional Syaikh Adnan Afyouni, Mufti Damaskus Syahid Dalam Peristiwa Bom Mobil

Syaikh Adnan Afyouni, Mufti Damaskus Syahid Dalam Peristiwa Bom Mobil

52
0
SHARE
Mufti Damaskus Suriah, Syaikh Mohammad Adnan Afyouni.

Wasathiyyah.com, Damaskus – Seorang ulama terkemuka, moderat, kharismatik, konsisten menyuarakan perdamaian, Syaikh Muhammad Adnan Afyouni, gugur dalam serangan bom yang ditempelkan dalam mobil yang dikendarainya.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis malam (22/10) di Qudsaya, sebuah kota kecil di dekat Damaskus, Suriah. Demikian seperti dilansir kantor berita SANA (Syrian Arab News Agency).

Hingga berita ini diturunkan belum ada pihak mana yang menyatakan bertanggungjawab atas tragedi ini.

Syaikh Mohammad Adnan Afyouni merupakan salah satu ulama dan cendekiawan paling berpengaruh di Suriah dan dunia Islam. Ia adalah Mufti Damaskus dan anggota dari Dewan Ilmian di Kementerian Wakaf Suriah. Ia pun aktif di International Islamic Syam Center sebagai pengawas umum dalam menghadapi isu-isu ekstrimisme.

Almarhum dikenal memiliki kedekatan dengan ulama-ulama Indonesia seperti almarhum KH. Hasyim Muzadi dan Habib Luthfi bin Yahya.

Syaikh Mohammad Adnan Afyouni pernah beberapa kali mengunjungi Indonesia. Terakhir, kunjungannya ke Semarang pada Selasa 15 Januari 2019 menghadiri Haul Habib Hasan bin Toha bin Muhammad bin Yahya. Kunjungannya ke Semarang ini dilakukan sesaat setelah selesai mempersiapkan Konferensi Internasional Sufi Jatman di Pekalongan.

“Indonesia menjadi negara yang aman, adil dan makmur, semua rakyatnya bersatu, Indonesia negara yang besar, menjadi contoh bagi negara lainnya,” tutur Syaikh Afyouni dalam acara tersebut.

Atas konflik yang tengah terjadi di Suriah di mana banyak kelompok ekstrim yang mengatasnamakan jihad dalam aksi-aksinya, Syaikh Mohammad Adnan Afyouni menilainya sebagai penerapan fatwa jihad yang salah kaprah.

“Bagaimana bisa jihad memerangi sesama mukmin dan muslim dinamakan jihad? Saya tanya anda satu pertanyaan penting, jika kita yakin Zionis Israel telah merebut Masjid al Aqsha dan Palestina, mengapa kita tidak alihkan jihad tersebut ke sana?”

“Mereka tak menembakkan satu peluru pun untuk kemerdekaan Palestina. Bagaimana mereka membolehkan jihad di Suriah, sementara mereka tidak mengeluarkan fatwa mendesaknya jihad membebaskan al-Aqsha?” tegas Syaikh Mohammad Adnan Afyouni dalam sebuah wawancara bersama Republika.

Semoga Allah Ta’ala memberikan tempat terbaik untuk Almarhum bersama orang-orang shalih dan syuhada di sisi-Nya. Aamiin yaa Rabbal’aalamiin. (WST/RS/SANA/republika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 − 6 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.