Home Berita Timur Tengah Pidato di PBB, Emir Qatar Kritik Sikap Diam Dunia Atas Tindakan Israel

Pidato di PBB, Emir Qatar Kritik Sikap Diam Dunia Atas Tindakan Israel

52
0
SHARE
Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani

Wasathiyyah.com, Jakarta — Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani mengkritik sikap diam dunia internasional atas tindakan keras kepala Israel dan pendudukan terus menerus atas tanah Palestina dan Arab.

Seperti dilaporkan Aljazeera, Selasa (22/9/2020) kritik tersebut disampaikan Syekh Tamim dalam pidato virtual sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia mempertanyakan peran negara dan organisasi karena gagal menegakkan resolusi terhadap berlanjutnya pendudukan Israel di wilayah Palestina dan perluasan pembangunan permukiman.

Dia menyebut Israel melakukan pelanggaran mencolok terhadap resolusi internasional dan solusi dua negara yang disepakati komunitas internasional.

“Komunitas internasional bersiaga, tidak dapat mengambil tindakan efektif apa pun untuk menghadapi sikap keras kepala Israel, pendudukan terus-menerus atas tanah Palestina dan Arab, antara lain pemberlakuan pengepungan di Jalur Gaza dan kebijakan permukiman yang meluas,” kata dia.

“Perdamaian hanya dapat dicapai jika Israel berkomitmen penuh pada kerangka acuan dan resolusi internasional yang diterima oleh negara-negara Arab dan yang menjadi dasar dari Inisiatif Perdamaian Arab,” ujarnya.

Inisiatif Perdamaian Arab adalah rencana yang diajukan Arab Saudi pada tahun 2002, yang menyerukan normalisasi hubungan dengan Israel sebagai imbalan untuk diakhirinya pendudukan wilayah Palestina, pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967 dan dengan Yerusalem Timur sebagai ibukota, sekaligus solusi yang adil bagi pengungsi Palestina.

Penguasa Qatar itu mengatakan, Israel sedang mencoba menghindari inisitif tersebut dan upaya apapun yang tidak memperhitungkan faktor-faktor itu tidak akan mencapai perdamaian.

Kegagalan untuk menemukan solusi yang adil untuk perjuangan Palestina, permukiman Israel yang berkelanjutan, dan memaksakan kenyataan di lapangan tanpa terhalang, inilah yang menimbulkan pertanyaan terbesar tentang kredibilitas komunitas internasional dan lembaganya, tambah emir.

Dia menyerukan kepada komunitas internasional, terutama Dewan Keamanan (DK) PBB, untuk memikul tanggung jawab, memaksa Israel untuk mencabut pengepungan di Jalur Gaza dan mengembalikan proses perdamaian ke jalurnya melalui negosiasi yang kredibel berdasarkan resolusi internasional.

Pada 15 September, Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani perjanjian untuk menormalisasi hubungan dengan Israel dalam penyelarasan strategis negara-negara Timur Tengah melawan Iran.

Upacara tersebut dipandu oleh Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, menutup bulan yang dramatis ketika negara-negara tersebut setuju untuk menormalisasi hubungan tanpa resolusi konflik Israel yang telah berlangsung puluhan tahun dengan Palestina, yang telah mengutuk perjanjian tersebut. (WST/YN/aljazeera.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 + two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.