Home Berita Internasional Dua Kasus Pertama Corona Tembus Jalur Gaza Palestina

Dua Kasus Pertama Corona Tembus Jalur Gaza Palestina

188
0
SHARE
Anggota pasukan keamanan Palestina berjaga di depan Hotel Angel, yang menjadi tempat karantina wisatawan Amerika sebagai pencegahan virus COVID-19, di kota Beit Jala, wilayah pendudukan Israel, Tepi Barat, Senin (9/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman/foc/djo (REUTERS/MOHAMAD TOROKMAN)

Wasathiyyah.com, Gaza – Otoritas Palestina di Jalur Gaza mengkonfirmasi dua kasus pertama virus Corona baru (Covid 19) di Jalur Gaza pada Minggu (22/03).

Dua warga Palestina yang positif Corona itu memiliki riwayat perjalanan ke Pakistan. Mereka memasuki perbatasan pada hari Kamis yang langsung dilakukan pemeriksaan dan pada Sabtu malam mulai menjalani karantina di Rafah, perbatasan Gaza dan Mesir.

Dalam dua minggu terakhir ini otoritas Palestina telah menutup pasar, sekolah, kegiatan-kegiatan pertemuan, untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona ini.

Jalur Gaza yang memiliki luas 375 km persegi (145 mil persegi) adalah rumah bagi dua juta warga Palestina dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran yang cukup tinggi.

Jalur Gaza terisolir dari dunia luar sudah sejak lama karena blokade yang dilakukan Israel terhadap wilayah ini selama bertahun-tahun.

Pada minggu lalu Hamas yang memegang kendali atas Jalur Gaza menyatakan bahwa seluruh pintu perbatasan di Jalur Gaza ditutup kecuali untuk perjalanan darurat kemanusiaan yang memerlukan penanganan medis di luar, Mesir maupun Israel.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan Palestina menyampaikan bahwa 53 orang telah terkonfirmasi positif Corona di Tepi Barat.

Sejak Kamis (05/03) Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan tujuh pasien positif Corona di Tepi Barat dan menjalani karantina.

Sejak temuan itu, pemerintah Palestina mengumumkan status darurat di kota Bethlehem dan Yericho di Tepi Barat. Semua masjid dan gereja di kedua kota ini ditutup sementara selama dua pekan.

WHO telah menyatakan wabah Corona sebagai wabah global dan menyatakan keadaan darurat secara internasional dengan tingkat resiko sangat tinggi dari wabah ini. (WST/RS/antara/reuters)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 − 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.