Home Berita Internasional Lagi, Erdogan Ubah Bangunan Bekas Gereja Bersejarah Menjadi Masjid

Lagi, Erdogan Ubah Bangunan Bekas Gereja Bersejarah Menjadi Masjid

133
0
SHARE
Chora, bangunan bersejarah yang pernah menjadi gereja ini diubah menjadi masjid oleh Presiden Erdogan. (Gambar : Ekathimerini)

Wasathiyyah.com, Ankara – Setelah mengembalikan fungsi Hagia Sophia sebagai masjid, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali mengubah sebuah bangunan yang pernah menjadi gereja bersejarah menjadi masjid pada Jumat (21/08).

Bangunan tersebut adalah gereja Chora, salah satu bangunan peninggalan Byzantium yang paling terkenal di Istanbul.

Gereja Chora, gereja Juru Selamat dari abad pertengahan ini berdiri tak jauh dari benteng tua kota Konstantinopel. Di dalamnya terdapat mozaik dan lukisan dinding abad 14 yang menceritakan kisah-kisah dari Alkitab.

Mozaik dan lukisan itu ditutup setelah Konstantinopel ditaklukan oleh Muslim Ottoman pada tahun 1453. Namun, disingkap kembali pada masa awal berdirinya republik sekuler Turki sekitar 70 tahun yang lalu.

Erdogan yang berasal dari partai AKP, partai yang sangat mengakar pada politik Islam, memposisikan dirinya sebagai pemimpin muslim yang taat bagi Turki. Bulan lalu, Erdogan berbaur dengan puluhan ribu jamaah untuk menunaikan shalat Jumat pertama sejak 86 tahun di masjid Hagia Sophia.

Bagian dalam bangunan Chora dipenuhi mozaik bersejarah. (gambar : greek city times)

Langkah Erdogan mengembalikan Hagia Sophia sebagai masjid mendapatkan kecaman dari beberapa pemimpin negara Eropa dan pemimpin gereja. Langkah tersebut dinilai dapat memperbesar ketegangan antar umat beragama.

Tahun lalu, pengadilan tinggi Turki kembali membatalkan keputusan pemerintah tahun 1954 yang mengubah gereja Chora, yang dalam bahasa Turki dikenal dengan nama Kariye, sebagai museum yang pengelolaannya di bawah Kementerian Pendidikan.

Jumat kemarin (21/08) Presiden Erdogan menandatangani dekrit yang menyatakan bahwa Kariye ini dialihfungsikan menjadi masjid dan pengelolaannya berada di bawah Direktorat Urusan Agama. Diumumkan pula bahwa masjid ini terbuka untuk beribadah.

Sebuah gereja dibangun di situs tersebut pada abad ke-4. Namun sebagian besar bangunannya berasa dari abad ke-11. Bangunan ini sempat mengalami kerusakan akibat gempa bumi dan dibangun kembali 200 tahun kemudian.

Dekrit Presiden Erdogan yang terbit pada Jumat kemarin itu tidak menyebutkan kapan secara resmi shalat pertama akan dilakukan di Chora. Erdogan juga tidak menyebutkan secara rinci mengenai rencana atas mozaik dan lukisan yang terdapat di dalam bangunan Chora. Adapun di Hagia Sophia, otoritas Turki menutup hiasan Kristiani dengan tirai. (WST/RS/reuters)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen − 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.