Home Berita Timur Tengah Israel Bangun Pemukiman di Tepi Barat, Al-Azhar: Pelanggaran Terang-terangan

Israel Bangun Pemukiman di Tepi Barat, Al-Azhar: Pelanggaran Terang-terangan

156
0
SHARE
Masyikhoh Al-Azhar

Wasathiyyah.com, Kairo — Pemerintah Israel menyetujui pembangunan ribuan lebih permukiman di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki. Langkah tersebut mengundang kecaman, salah satunya dari Al-Azhar Mesir.

Dilansir dari Ahram Online, Al-Azhar menyebut bahwa hal tersebut merupakan pelanggaran nyata di wilayah Palestina.

“Keputusan ini adalah pelanggaran terang-terangan terhadap wilayah Palestina yang diduduki dan provokasi perasaan Palestina,” dalam pernyataan yang diterbitkan Al-Azhar, Minggu (18/10/2020).

Lembaga yang dipimpin Syekh Ahmad El-Tayyeb tersebut menegaskan kembali penolakannya terhadap apa yang dilakukan pemerintah Israel itu.

“Kebijakan ini tidak akan mengubah fakta bahwa ini adalah tanah Arab dan bahwa entitas Zionis merebut tanah rakyat Palestina yang tertindas, pemilik yang sah atas tanah ini,” tambahnya.

Al-Azhar menuntut masyarakat internasional mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melawan “praktik pendudukan oleh entitas Zionis yang mendorong situasi saat ini menjadi lebih rumit.”

“Keputusan itu merupakan tamparan bagi resolusi dewan keamanan PBB serta semua keputusan dan hukum internasional yang terkait dengan hak-hak negara Palestina dan tujuan mereka,” demikian bunyi pernyataan itu.

Pada hari Sabtu (17/10/2020), Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ekspansi permukiman oleh Israel di Tepi Barat yang diduduki adalah ‘pelanggaran terhadap legitimasi dan resolusi internasional oleh Dewan Keamanan PBB’.

“Kebijakan semacam itu oleh Israel memperburuk kurangnya kepercayaan antara badan-badan yang relevan dan merusak peluang untuk meluncurkan dialog konstruktif dengan pihak Palestina,” kata pernyataan itu.

Menurut Peace Now, kelompok pengawas pemukiman, menyebutkan bahwa persetujuan terbaru dalam meningkatkan jumlah rumah pemukiman yang akan dimajukan tahun ini menjadi lebih dari 12.150.

“Persetujuan ini menjadikan 2020 tahun tertinggi untuk pembangunan unit rumah dalam rencana penyelesaian promosi sejak Peace Now mulai mencatat pada 2012,” kata pengawas itu dalam sebuah pernyataan. (WST/YN/ahram.org.eg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 + sixteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.