Home Berita Timur Tengah Kantor Bahasa Indonesia Al-Azhar, Upaya Sambut Prodi Bahasa Indonesia di Mesir

Kantor Bahasa Indonesia Al-Azhar, Upaya Sambut Prodi Bahasa Indonesia di Mesir

324
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Cairo — Kantor Bahasa Indonesia Al-Azhar Cairo berinisiatif menerjemahkan video-video pendek milik tokoh-tokoh Mesir, khususnya tokoh-tokoh Al-Azhar, ke dalam Bahasa Indonesia, dan sebaliknya, dari tokoh-tokoh Indonesia ke dalam Bahasa Arab. Sampai hari ini (Ahad, 19/4), channel di Youtube yang dikelola tim BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di Al-Azhar itu, sudah meng-upload 6 video para tokoh Al-Azhar.

Hal itu terjadi, tidak bisa dilepaskan dari peran sosok Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republika Indonesia (Atdikbud KBRI) Cairo, Dr. Usman Syihab. Sejak awal menjabat Atdikbud, alumnus Aqidah wal Falsafah Universitas Al-Azhar itu, bercita-cita untuk membuka Program Studi (Prodi) Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar, di Fakultas Bahasa dan Terjemah.

 

Bapak asal Paciran Lamongan Jawa Timur itu, bercerita banyak kepada kru Wasathiyyah.com tentang upaya beliau mewujudkan cita-citanya.

“Desember tahun 2016,” Atdikbud mulai berkisah, “setelah enam bulan saya bertugas sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Cairo, alhamdulillah, saya berhasil membuka Program kursus BIPA di Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar. Itu adalah usaha yang membanggakan, setelah negosiasi dengan Rektor Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Ibrahim Hudhud. Waktu itu, saya ingin lahirkan para ahli dari Al-Azhar tentang kajian Indonesia. Saya ingin kedepan ada Pusat Studi Indonesia di sini, saya ingin Islam di Indonesia dan Asia tenggara dipelajari oleh orang Arab lewat Al-Azhar.”

Atas dukungan penuh Kemendikbud RI, Kursus BIPA di Al-Azhar itu berjalan dengan peserta mahasiswa, dosen dan karyawan. Ibarat bola salju, cita-cita membuka Program Studi (Prodi) Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar semakin hari semakin besar.

 

Di Fakultas Bahasa dan Terjemah sudah ada banyak prodi bahasa lain, antara lain: Inggris, Jerman, Perancis, Bahasa-bahasa Afrika, Spanyol. Menurutnya, membuka Prodi Bahasa  Indonesia sebuah keniscayaan. Oleh sebab itu, beliau membuat konsursium tiga universitas: 1. Universitas Gadjah Mada (UGM), 2. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan 3. Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Tiga universitas konsursium ini bertanggung jawab untuk mendesain dan membantu SDM/dosen Prodi yang diharapkan Atdikbud, dan dalam hal pendanaan berbagi dengan Kemendikbud.

Tahun Ajaran 2019/2020, pada bulan Oktober 2019, Bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa kedua atau bahasa Mata Kuliah pilihan di Fakultas tersebut. Sebagai persiapan dibukanya Prodi Bahasa Indonesia. Sejak itu Bahasa Indonesia diajarkan sebagai mata Kuliah pilihan bagi mahasiswa dari prodi bahasa lain, dengan dua orang dosen, satu dari UGM dan satu dari UMS. Selain tetap diajarkan sebagai mata kuliah Bahasa Indonesia, juga masih diajarkan dalam kursus BIPA untuk umum. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. M. Quraish Shihab yang telah ikut mendukung dan membantu merealisasikan apa yang dicita-citakan.

 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada guru saya, Prof M. Quraish Shihab, yang juga telah mendukung program saya ini, beliau telah memberi sumbangan dana uang untuk membangun Laboratorium Bahasa Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah Al-Azhar, untuk media pembelajaran BIPA dan Prodi Bahasa Indonesia yang saya cita-citakan itu.” Ujar Usman Syihab.

Beliau menceritakan bahwa Pimpinan Al-Azhar menyetujui tahun ini (tahun ajaran 2020/2021) Prodi Bahasa Indonesia akan dibuka. Penerjemahan video-video di Youtube itu, selain untuk menyambut hadirnya prodi dan memperkuat Bahasa Indonesia, juga untuk menyebarkan Ilmu pengetahuan dan risalah Islam yang moderat, penguatan kedudukan Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar, dan penguatan kerjasama keilmuan dan kebudayaan antara Indonesia dan Mesir.

“Alhamdulillah, Pimpinan Al-Azhar sudah sepakat, dan menyetujui pembukaan Prodi Bahasa Indonesia pada awal tahun ajaran ini (2020/2021). Untuk menyongsong kehadiran prodi tersebut dan untuk memperkuat kedudukan Bahasa Indonesia, kami dengan tim BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di Al-Azhar, atas persetujuan Dekan Fakultas, membuat tim penerjemah video-video tersebut.” Pungkasnya. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 + 20 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.