Home Berita Internasional Israel Berulah Lagi, Rencanakan 9.000 Pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur

Israel Berulah Lagi, Rencanakan 9.000 Pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur

219
0
SHARE
Ekskavator, crane, dan alat berat Israel di lokasi pembangunan pemukiman Yahudi di Neve Yaakov, wilayah utara Yerusalem Timur. (AFP)

Wasathiyyah.com, Yerusalem – Israel berencana membangun 9.000 rumah untuk warganya di Yerusalem Timur yang dicaploknya. Ini adalah proyek pertama di kota ini setelah lebih dari 20 tahun, ungkap NGO Peace Now, Selasa (18/02).

Rencana pembangunan ini secara terperinci muncul sehari setelah kementerian transportasi Israel menyetujui proposal kontroversial untuk memperpanjang jalur kereta api dari Tel Aviv ke Kota Tua Yerusalem.

Peace Now mengungkapkan bahwa kementerian perumahan Israel telah mengajukan rencana pembangunan pemukiman baru di Yerusalem tepatnya di lokasi bekas bandara Atarot yang berada di antara dua lingkungan Palestina.

Disebutkan bahwa keputusan final atas proyek itu bisa memakan waktu bertahun-tahun. Tapi jika proyek itu benar-benar terjadi, maka hal ini bisa memicu pusat konflik baru di jantung Palestina antara Ramallah dan Yerusalem Timur, sehingga menghalangi pembentukan Palestina sebagai sebuah negara yang layak dengan ibukotanya di Yerusalem Timur.

Jika jadi dibangun maka pemukiman itu akan menjadi pemukiman baru pertama di Yerusalem Timur sejak pemerintahan perdana menteri sebelumnya membangun pemukiman Har Homa di dekat Betlehem pada 1997, ungkap Peace Now.

Lebih dari 600.000 pemukim Yahudi tinggal di Tepi Barat yang diduduki dan menganeksasi Yerusalem Timur, sebuah tindakan ilegal menurut hukum internasional.

Peace Now mengatakan bahwa proyek Atarot telah mengakibatkan tergusurnya puluhan unit pemukiman warga Palestina yang berdiri di kawasan tersebut dan dicap ilegal oleh Israel.

Jordania, pemelihara situs-situs suci muslim di Yerusalem, mengecam rencana Israel memperpanjang rel kereta api dari Tel Aviv ke Yerusalem Timur. Jordania menegaskan bahwa hal itu merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional.

Rencana Israel ini tidak bisa dilepaskan dari proposal perdamaian Timur Tengah yang bulan lalu digulirkan presiden AS Donald Trump. Proposal Trump ini dianggap sebagai lampu hijau oleh Israel untuk menunjukkan kedaulatannya atas seluruh Yerusalem dan membangun pemukiman di semua wilayah Tepi Barat.

Proposal Trump mendapat penolakan keras dari Palestina. Penolakan juga datang dari Liga Arab, OKI dan Uni Eropa serta dunia internasional. (WST/RS/arabnews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 − three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.