Home Berita Internasional Gaza Memanas, Mesir Kirim Delegasi untuk Redakan Eskalasi

Gaza Memanas, Mesir Kirim Delegasi untuk Redakan Eskalasi

157
0
SHARE
Seorang pemuda memeriksa puing setelah serangan udara Israel di timur kamp pengungsi Al Bureij, Jalur Gaza, pada 15 Agustus 2020. (Gambar : AFP)

Wasathiyyah.com, Gaza – Mesir mengirimkan delegasi keamanan ke Jalur Gaza untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan meredakan ketegangan di sepanjang perbatasan Gaza – Israel. Militer Israel terus meningkatkan serangan militer sebagai balasan atas serangan balon api oleh pejuang Palestina ke wilayah pendudukan Israel yang berdekatan dengan perbatasan.

Sebelum kunjungan ke Gaza, delegasi Mesir ini lebih dahulu melakukan pertemuan dengan para pejabat keamanan dan militer Israel serta pertemuan dengan otoritas Palestina di Ramallah.

Delegasi dari Kairo ini ingin memastikan situasi keamanan di Gaza tidak lepas kendali dan tetap fokus pada genjatan senjata.

Amir Bukhbout, seorang analis militer untuk media Israel Walla, mengatakan bahwa Mesir akan membawa pesan dari Israel kepada Hamas, serta mendorong berlanjutnya aliran dana dari Qatar untuk Gaza, serta melanjutkan proyek sipil di Gaza dengan syarat eskalasi harus dihentikan.

Bukhbout memprediksikan Hamas akan menerima dan menyetujui syarat tersebut dan jika serangan balon api terus berlanjut maka Israel akan melanjutkan serangan militernya.

Penduduk Palestina di Jalur Gaza menggunakan balon api, balon terbang yang dilengkapi dengan bahan peledak, sebagai bentuk protes mereka atas upaya Israel memperluas wilayah pendudukan terhadap Palestina.

Serangan balon api itu mengakibatkan terbakarnya lahan-lahan pertanian Israel. Pejabat Hamas, Ismail Radwan mengatakan, “Pendudukan memikul tanggung jawab atas eskalasi yang sedang berlangsung di Gaza.”

“Israel harus berpikir seribu kali sebelum memperluas lingkaran agresi dan kejahatannya terhadap kami di Gaza,” kata Radwan.

Hamas menyambut baik inisiatif Mesir melalui delegasinya dan terus menjali komunikasi dengan Kairo terkait perkembangan situasi di Gaza.

“Mesir terus mendukung hak-hak kami dan ingin menjaga stabilitas di Gaza. Tapi, pendudukan harus mematuhi apa yang telah disepakati sebelumnya dan blokade harus dicabut,” kata Radwan.

Tentang balon api yang digunakan untuk menyerang Israel, Radwan mengatakan, “Adalah hak kami sebagai rakyat Palestina untuk melawan dan mematahkan upaya pengepungan yang tidak adil terhadap rakyat kami.”

Tahun lalu, Mesir berhasil menjadi mediator antara Hamas dan Israel yang menghentikan eskalasi di perbatasan. Kesepakatan ini juga meningkatkan zona penangkapan ikan hingga 15 mil bagi nelayan Palestina, konsesi impor dan ekspor melalui penyeberangan perbatasan Kerem Shalom, dan peningkatan pasokan listrik dan proyek lainnya yang dilaksanakan oleh badan-badan PBB.

Ketegangan berlangsung di Gaza dalam dua minggu terakhir, mendorong Israel untuk menghentikan penangkapan ikan dan pasokan bahan bakar.

Talal Abu Zarifa, anggota biro politik Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina mengatakan bahwa Israel telah mengingkari perjanjian genjatan senjata yang disponsori Mesir setelah konflik Israel – Gaza 2014.

“Pendudukan memikul tanggung jawab atas eskalasi dan akibatnya. Mereka (Israel) harus menyadari bahwa kami tidak akan menerima ketenangan tanpa dicabutnya pengepungan dan menghentikan semua bentuk agresi terhadap rakyat kami,” kata Zarifa. (WST/RS/arabnews)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two + 17 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.