Home Berita Internasional 130 Masjid Tua Bersejarah di Saudi ‘Hidup’ Kembali setelah Vakum 6 Dekade

130 Masjid Tua Bersejarah di Saudi ‘Hidup’ Kembali setelah Vakum 6 Dekade

173
0
SHARE
Masjid Jarir Al Bajali, satu dari 130 masjid tua bersejarah yang masuk pada proyek revitalisasi masjid bersejarah oleh Arab Saudi.

Wasathiyyah.com, Mekkah – Kini para peziarah yang datang ke Arab Saudi mulai mengunjungi lagi lima masjid tua penuh sejarah yang tidak digunakan selama enam dekase lamanya.

Fase pertama proyek pelestarian bangunan bersejarah di kota Mekkah dan Al Baha telah selesai dilakukan. Proyek ini merupakan bagian dari proyek sang putera mahkota, Mohammad bin Salman untuk renovasi masjid-masjid bersejarah.

Di bawah inisiatif ini, putra mahkota bertujuan merevitalisasi 130 masjid di seluruh wilayah kerajaan menggunakan perusahaan Saudi yang berspesialisasi dalam revitalisasi bangunan peninggalan.

Masjid Jarir Al-Bajali dan Sulaiman di Taif, bersama dengan masjid Al-Malad, Al-Atawilah, dan Al-Dhafir di Al-Baha, adalah diantara masjid-masjid tua bersejarah yang baru selesai direvitalisasi dan kini sudah terbuka untuk dikunjungi para peziarah. Sebelumnya masjid-masjid ini sempat vakum selama 40 hingga 60 tahun.

Salah satu masjid yang direvitalisasi adalah masjid Jarir Al-Bajali yang didirikan di era sahabat Nabi Muhammad Saw., Jarir bin Abdullah Al-Bajali dan merupakan salah satu tempat ibadah tertua di wilayah Mekkah. Masjid ini memiliki luas 350 meter persegi, dibangun dengan gaya arsitektur Al-Sarat menggunakan batu tidak beraturan dan dengan langit-langit yang terbuat dari kayu Juniper dan beton. Saat didirikannya dahulu, masjid ini digunakan sebagai tempat pertemuan di mana orang-orang menyelesaikan urusan kehakiman, mengeluarkan fatwa, menyelesaikan akad pernikahan, dan menyelesaikan perselisihan, di samping tentu saja sebagai tempat shalat dan khutbah.

Sedangkan Masjid Sulaiman di Taif berdiri di atas lahan seluas 390 meter persegi dan merupakan salah satu landmark paling penting di kawasan ini. Catatan menunjukkan bahwa ketika kembali dari mengunjungi pamannya di Bani Saad, Nabi Muhammad Saw. bersama para sahabat mendirikan masjid ini di atas lahan yang menurut Nabi Saw. disanalah Nabi Suleiman dahulu pernah berkemah.

Masjid-masjid ini kemudian menjadi mercusuar pendidikan di wilayah tersebut, tetapi seiring waktu masjid-masjid ini kemudian kehilangan jamaahnya dan terbengkalai.

Adapun di Al-Baha, Al-Malad, terdapat tiga masjid yang direnovasi, setiap masjid ini dapat menampung tidak lebih dari 34 orang jamaah saja. Masjid-masjid ini terletak di desa Al-Malad yang jika ditilik model desainnya masjid-masjid ini merupakan salah satu benteng Al-Baha. Desa ini memiliki dua benteng yang berdekatan dengan gaya arsitektur yang signifikan.

Satu-satunya masjid di desa itu, Al-Malad menjadi pusat budaya dan pendidikan bagi penduduk setempat, menjadi tempat mereka belajar menulis, mempelajari Al-Quran, dan mengikuti pengajian dan ceramah. Masjid ini juga berfungsi sebagai titik pertemuan sosial yang penting bagi penduduk desa.

Masjid Al-Atawilah yang lebih besar dapat menampung hingga 130 jamaah dan mencakup area seluas 327 meter persegi. Kota ini dikenal dengan bangunan-bangunan peninggalannya, seperti benteng Al-Othman, Damas, dan Al-Mashikha. Salah satu bangunan bersejarah tertua di kawasan itu, Al-Atawilah, juga dibangun dengan gaya Al-Sarat, menjadi satu-satunya masjid tempat diadakannya sholat Jumat  di kota ini.

Kemudian masjid Al-Dhafir menempati lahan 245 meter persegi dan dapat menampung 88 jamaah. Masjid ini juga merupakan pusat pendidikan dan tempat pertemuan populer bagi orang-orang dari kota dan desa-desa tetangga.

Bangunan masjid yang baru selesai direvitalisasi di Mekkah dan Al-Baha adalah di antara 30 masjid di 10 wilayah Saudi yang direnovasi dengan biaya lebih dari SR50 juta ($ 13 juta) selama 423 hari dalam fase pertama proyek putra mahkota. (WST/RS/arabnews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen + six =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.