Home Berita Internasional Ini Detik-Detik Saat Pria Mesir Membakar Dirinya di Tahrir Square

Ini Detik-Detik Saat Pria Mesir Membakar Dirinya di Tahrir Square

82
0
SHARE
Suasana di Tahrir Square, Kairo. (gambar : alarabiya)

Wasathiyyah.com, Kairo – Seorang pria membakar diri di Tahrir Square atau alun-alun Tahrir, pusat gerakan revolusi Mesir 2011, pada Kamis siang (12/11). Sumber keamanan setempat menyebutkan pria tersebut berhasil diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.

Pria yang diketahui bernama Mohammad Hosni ini merekam aksinya sendiri. Sebelum membakar diri, dia berjalan dengan mengenakan stelan jas lengkap dengan dasi dan mencurahkan rasa kesalnya atas dugaan korupsi di negaranya.

Video berdurasi 20 detik yang merekam detik-detik aksi membakar diri itu menghebohkan publik Mesir. Hosni menyiarkan secara langsung aksinya ini di akun Facebook miliknya.

“Orang-orang di negara saya, negara terkaya di dunia, negara terbaik di dunia, dikuasasi oleh pencuri,” teriaknya dalam video.

“Mereka semua pencuri. Semuanya pencuri,” lantang Hosni dalam video itu. Ucapannya ini diduga ditujukan kepada para elit penguasa.

Sementara video lain yang diambil dari sebuah balkon apartemen sekitar lokasi kejadian merekap detik-detik saat petugas keamanan yang sedang berjaga bersama beberapa warga berupaya menenangkan Hosni. Sebelum kemudian ia benar-benar menyalakan api yang langsung membesar membakar dirinya.

Dengan sigap para petugas dibantu warga memadamkan api yang membakar tubuh Hosni. Api berhasil dipadamkan saat pria itu terjatuh di trotoar.

Petugas keamanan yang tidak dapat disebutkan namanya menyebutkan bahwa Hosni merupakan narapidana yang baru bebas dari penjara. Tapi dia tidak memberi penjelasan lebih lanjut.

Sumber dari direktorat keamanan Mesir menyebutkan bahwa saat dilakukan perawatan di rumah sakit, Hosni mengaku bekerja di Organisasi Pusat Audit Mesir.

Otoritas keamanan Mesir menuduh organisasi Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai pihak yang mengeksploitasi Hosni. Namun, Hosni membantahnya.

Sejak kudeta militer terhadap mendiang presiden Mohamad Morsi pada tahun 2013, aparat keamanan Mesir telah menangkap ribuan anggota IM.

Organisasi ini berulang kali membantah terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan. Namun, pihak berwenang Mesir konsisten menggolongkan organisasi ini sebagai kelompok teroris.

“Ikhwanul Muslimin yang teroris ini mengeksploitasi anggotanya yang bermasalah secara psikologis. Mereka memaksanya untuk membakar diri untuk menimbulkan kekacauan,” kata sumber keamanan.

Keamanan di alun-alun Tahrir telah diperketat sejak tempat ini menjadi pusat revolusi Mesir 2011 yang menggulingkan presiden Hosni Mobarak.

Di bawah kepemimpinan presiden Abdel Fatah El Sisi, pihak berwenang memperketat setiap aksi protes publik dan memonitor setiap ekspresi kebebasan berbicara. Pemerintah memberlakukan keadaan darurat sejak 2017.

Kalangan aktifis HAM menyoroti kebijakan pemerintah ini dan menuduhnya sebagai pelanggaran terhadap kemerdekaan berbicara.

Puluhan warga Mesir yang terlalu vokal dalam berbicara telah dijebloskan ke penjara. Mereka berasal dari kalangan pengacara, aktivis dan jurnalis terkemuka. (WST/RS/aljazeera)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 + 17 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.