Home Berita Internasional Amnesti Internasional : Tak Ada Perdamaian Tanpa Keadilan Bagi Palestina

Amnesti Internasional : Tak Ada Perdamaian Tanpa Keadilan Bagi Palestina

69
0
SHARE

Wasathiyyah.com, London – Amnesty International bersuara pasca normalisasi hubungan antara Bahrain dan Israel. Organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) terkemuka itu memperingatkan bahwa setiap proses perdamaian yang terkait dengan Palestina harus mencakup penghapusan pemukiman ilegal Israel di wilayah Palestina.

Organisasi HAM yang bermarkas di London ini mengatakan bahwa kesepakatan damai di kawasan harus berbarengan dengan mengakhiri pelanggaran sistematis terhadap HAM yang menimpa warga Palestina. Keadilan dan kompensasi harus diberikan kepada korban kejahatan sesuai hukum internasional.

Tidak ada kesepakatan yang dapat mengubah konsekwensi hukum yang ditanggung Israel atas perbuatan pendudukannya terhadap wilayah Pelestina sesuai dengan hukum humaniter internasional dan hukum HAM internasional.

Demikian juga tidak ada kesepakatan yang dapat mengubah atau mencabut hak dan perlindungan warga Palestina yang dijamin oleh hukum internasional, tegas Amnesty yang dipublikasikan lewat laman Twitter.

Pernyataan Amnesty ini dipublikasikan menyusul kesepakatan normalisasi antara Bahrain dan Israel dengan mediasi Presiden AS Donald Trump pada Jumat (11/9). Bahrain mengikuti jejak UEA yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Presiden AS bersama Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengatakan kesepakatan ini sebagai terobosan bersejarah dalam upaya membangun stabilitas perdamaian di Timur Tengah.

Seperti halnya kesepakatan yang terjalin di antara UEA dan Israel, kesepakatan Bahrain – Israel akan menormalisasi hubungan diplomatik, dagang, keamanan, dan bidang lainnya di antara kedua negara itu.

Bahrain bersama Arab Saudi telah mencabut larangan penerbangan pesawat Israel di wilayah udaranya. Pelonggaran yang diberikan Arab Saudi ini dinialai sebagai kunci dari terjalinnya normaliasi UEA dan Bahrain dengan Israel.

Penasihat senior Gedung Putih yang juga menantu dari Presiden Trump, Jared Kushner mengatakan bahwa kesepakatan dengan Bahrain dicapai belum lewat dari 30 hari sejak kesepakatan UEA – Israel.

“Ini berlangsung sangat cepat. Kawasan ini menanggapi kesepakatan UEA dengan sangat baik dan mudah-mudahan itu pertanda bahwa lebih banyak lagi (normalisasi dengan negara Arab, red.) yang akan datang,” kata Kushner yang juga seorang Yahudi itu.

Kesepakatan Bahrain – Israel ini mendapat sambutan positif dari Mesir, Jordania dan UEA. Namun, tidak sedikit juga yang mengecamnya.

Kecaman datang dari Turki, Iran dan Palestina. Otoritas Palestina dan gerakan Hamas sama-sama mengutuk kesepakatan Bahrain – Israel itu seperti halnya mereka mengutuk kesepakatan UEA – Israel. Mereka menyebut kesepakatan ini sebagai ‘tikaman dari belakang’ bagi perjuangan warga Palestina yang selama ini dirampas hak-haknya.

Hamas menyebut bahwa kesepakatan itu sebagai tindakan agresi bagi warga Palestina. (WST/RS/thenewarab)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four − four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.