Home Berita Internasional Serangan Belalang Menyapu Ladang Pertanian Yaman

Serangan Belalang Menyapu Ladang Pertanian Yaman

215
0
SHARE
Seorang warga Yaman berupaya menghalau serangan belalang di atap rumahnya. (Gambar : arabnews)

Wasathiyyah.com, Almukalla – Serangan belalang telah merusak ladang pertanian dan perkebunan di bagian tengah, selatan dan timur Yaman. Hal ini memicu kekhawatiran timbulnya kerawanan pangan.

Warga dan petani di provinsi Marib, Hadramout, Mahra dan Abyan mengatakan milyaran belalang itu sudah menyerang ladang di kota maupun pedesaan. Mereka melahap dedauan dari pohon musiman seperti kurma dan mengakibatkan kerugian besar.

“Serangan belalang ini seperti badai yang menyapu apapun yang dilewatinya,” kata Hussein bin Al Syaikh Abu Bakar, pejabat dinas pertanian di distrik Sah Hadramout, kepada Arabnews, Minggu (12/07).

Dari gambar dan video yang beredar di media sosial nampak kawanan belalang itu meninggalkan limbah kotoran pada perkebunan lemon dan kurma di daerah Marb. Mereka juga mengotori kawasan peternakan di Hardamout. Saking banyaknya kawanan belalang yang terbang di perkotaan menyebabkan kota nampak agak gelap meski di siang hari.

Hussein bin Al Syaikh memperkirakan hujan lebat dan banjir yang sempat terjadi beberapa waktu lalu di beberapa provinsi di Yaman telah menyisakan tempat-tempat yang cocok untuk belalang berkembang biak tanpa sempat terkontrol.

Ia juga mengatakan banyak petani mengeluhkan tanamannya yang rusak padahal sudah mendekati masa panen. Mereka mengkhawatirkan kerugian akan semakin besar jika pemerintah tidak memberikan bantuan, karena ada kemungkinan serangan belalang gelombang kedua yang diperkirakan muncul 10 hari lagi.

“Belalang-belalang itu sekarang sedang masa bertelur dan perkiraan menetas dalam 10 hari. Kami harus bersiap untuk serangan gelombang kedua.”

Tahun lalu PBB mengatakan bahwa perang yang melanda Yaman telah menghambat upaya otoritas setempat dalam mengantisipasi perubahan cuaca dan perkembangbiakan belalang sehingga mengganggu pertanian dan perkebunan hingga ke negara tetangga.

Ashor Al Zubairi, direktur unit kontrol belalang di Dinas Pertanian kota Seiyun, Hadramout, mengatakan bahwa kementerian pertanian sudah menggalakan program pemberantasan hama belalang. Namun, ia mengkhawatirkan gagalnya program ini karena dana dan sarana yang terbatas.

“Program penyemprotan akan berlangsung hingga satu minggu ke depan, sedangkan itu tidak akan cukup untuk menjangkau semua daerah yang terganggu oleh serangan belalang ini,” katanya kepada Arabnews.

Al Zubairi mengatakan bahwa banyak orang di pedesaan telah kehilangan pendapatan karena gagal panen akibat serangan belalang ini. Jika upaya pemberatasan belalang tidak berlanjut, dikhawatirkan masyarakat akan menghadapi bencana kelaparan.

“Ada 10 juta orang menghadapi kekurangan makanan akut, dan kami membunyikan alarm peringatan untuk mereka. Karena kondisi mereka akan semakin memburuk sejak dilanda perang, kemudian pandemi Covid 19, dan sekarang serangan belalang,” juru bicara World Food Programme (WFP), Elizabets Byrs mengatakan kepada wartawan di Jenewa. (WST/RS/arabnews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eleven + 8 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.