Home Berita Internasional Petinggi Partai Komunis Tiongkok Mendapat Pencerahan dari Grand Syaikh Al Azhar

Petinggi Partai Komunis Tiongkok Mendapat Pencerahan dari Grand Syaikh Al Azhar

620
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Kairo – Grand Syaikh Al Azhar, Prof. Dr. Ahmad Al Thayyeb menerima kunjungan kepala dewan penasehat Tiongkok, Wang Yang, yang juga sebagai anggota komite tetap biro politik Partai Komunis Tiongkok. Wang Yang mengunjungi Grand Syaikh Al Azhar bersama rombongan delegasi partai tersebut.

Pada kesempatan ini Grand Syaikh menyampaikan bahwa negara bertanggungjawab untuk menjaga perdamaian dan jaminan sosial bagi warganya, dan pada saat yang sama juga bertanggungjawab memberikan kemerdekaan kepada setiap warganya untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan atau agamanya masing-masing.

Grand Syaikh menambahkan bahwa pemikiran ekstrim lahir dari pendidikan yang salah dan kekeliruan dalam menafsirkan teks-teks agama. Dan, disinilah Al Azhar mengambil peran aktif untuk menangkal pemikiran-pemikiran ekstrimis serta menghadirkan pemikiran yang benar sesuai dengan ajaran Islam.

Grand Syaikh menekankan bahwa dunia Islam tidak dapat dipersalahkan atas penyebaran pemikiran ekstrim. Karena ada agenda-agenda internasional yang kerap memanfaatkan pemikiran ekstrim sebagai jalan masuk untuk menguasai kawasan tertentu. Dan, kenyataannya justru umat Islam-lah yang banyak menjadi korban dari tindak ekstrimisme dan terorisme.

Oleh karena itu, Grand Syaikh menambahkan, Al Azhar mengambil peran aktif dalam menghadapi pemikiran-pemikiran ekstrim ini baik di tingkat lokal maupun internasional. Al Azhar terus mengkampanyekan persaudaraan dan perdamaian serta menyampaikan bagaimana nilai-nilai Islam yang sesungguhnya kepada masyarakat luas. Al Azhar juga terus menjadi komunikasi dan kerjasama dengan lembaga-lembaga dan otoritas keagamaan di berbagai belahan dunia, terutama dengan Vatikan, dimana Al Azhar bersama Vatikan telah menginisiasi dokumen persaudaraan kemanusiaan di Abu Dhabi beberapa waktu lalu. Hal ini dalam rangka mengeratkan persaudaraan antar manusia tanpa memandang suku, bangsa, agama dan kepercayaannya, semua bersaudaraan sebagai sesama manusia dan bertanggungjawab untuk menjaga perdamaian dunia.

Grand Syaikh juga menjelaskan bahwa salah satu langkah yang sudah dilakukan Al Azhar untuk menangkan pemikiran ekstrim adalah dengan menyebarkan manhaj atau kurikulum Al Azhar yang moderat. Al Azhar membuka kesempatan yang luas bagi setiap pelajar dari berbagai negara yang hendak belajar di Al Azhar. Selain itu, Al Azhar juga membuka pelatihan untuk para imam dan khatib dari berbagai negara agar mereka memiliki kemampuan untuk menangkal pemikiran-pemikiran ekstrim yang mungkin saja muncul di negaranya masing-masing. Mereka juga mendapat pelatihan tentang bagaimana mengkonsolidasikan umat dan kewarganegaraan sehingga bisa tercipta kehidupan sosial yang harmoni di negaranya.

Sementara salah seorang delegasi dari Partai Komunis Tiongkok yang hadir dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa Grand Syaikh Al Azhar adalah simbol bagi seluruh umat Islam di dunia. Dan, Al Azhar sendiri merupakan mercusuar dunia Islam yang kredibelitasnya sudah diakui oleh seluruh masyarakat dunia, terlebih karena kiprah Al Azhar saat ini sangat sentral dalam menghadapi pemikiran-pemikiran ekstrim.

Selanjutnya, Wang Yang menyampaikan bahwa ia sangat tertarik dan kagum pada pemikiran Grand Syaikh yang menghubungkan agama, kemanusiaan dan kewarganegaraan. Wang Yang menegaskan bahwa sekembalinya ke Tiongkok ia akan segera mengklarifikasi citra Islam di hadapan warga Tiongkok, sebagaimana kebajikan yang telah disampaikan oleh Grand Syaikh Al Azhar.

Petinggi Partai Komunis Tiongok inipun tertarik untuk mengirim para imam dan khatib di Tiongkok untuk mengikuti pelatihan di Al Azhar. Ia juga mengundang Grand Syaikh untuk berkunjung ke Tiongkok, mengunjungi situs-situs Islam di sana dan bertemu serta berdialog dengan para tokoh agama di Tiongkok.

Di akhir pertemuan Grand Syaikh Al Azhar menghadiahkan salinan dokumen persaudaraan kemanusiaan kepada pimpinan pusat Partai Komunis Tiongkok serta buku kodifikasi hasil konferensi internasional Al Azhar tentang kewarganegaraan. (WST/RS/azhareg)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.