Home Berita Internasional Dari Manisan hingga Lampion, Geliat Ekonomi Warga Gaza Saat Bulan Ramadhan

Dari Manisan hingga Lampion, Geliat Ekonomi Warga Gaza Saat Bulan Ramadhan

294
0
SHARE
Anak-anak Gaza bermain lampion khas Ramadhan. (Foto:republika)

Wasathiyyah.com, Gaza City – Bulan Ramadhan adalah saat di mana tingkat pengangguran sedikit berkurang di kota Gaza. Banyak rakyat Gaza yang mendapatkan penghasilan dari kemeriahan Ramadhan dengan berbagai tradisinya.

Farag Odeh sudah mencoba berbagai jenis pekerjaan sejak ia lulus dari universitas enam tahun lalu. Namun setiap Ramadhan, dia rutin menjual kue yang terkenal di masyarakat Arab dan menjadi ciri khas bulan Ramadhan, yaitu kue Qatayef. Makanan penutup sejenis pangsit manis yang berisi krim atau kacang-kacangan. Tidak selalu berbentuk bulan sabit, ia lebih mirip pancake atau kue cannoli.

“Ini adalah makanan penutup khas Ramadhan dan hampir setiap tahun menjadi sumber penghasilan yang lumayan,” cerita pria 28 tahun itu kepada Arab News. 

Harganya yang terjangkau dan rasa yang enak telah menjadikan Qatayef sebagai kudapan wajib setiap Ramadhan. Harga rata-rata perkilo Qatayef sekitar $ 2,50.

Mohammed Al Soussi sedang mengepak botol-botol kosong ke dalam sebuah troli kecil di pasar Gaza menjelang adzan Maghrib berkumandang sebagai penanda tibanya waktu berbuka puasa. Dia menjual jus Kharoub (Carob), yang rasanya seperti minuman coklat dingin dengan kandungan gizi tinggi dan berkhasiat untuk kesehatan.

“Penjualan jus Kharoub ini adalah sumber mata pencaharian saya dan keluarga saya. Terutama di bulan Ramadhan, permintaan jus ini selalu lebih tinggi,” katanya kepada Arab News. 

Al Soussi yang genap berusia 45 tahun dan ayah dari enam anak ini mengatakan bahwa berjualan Kharoub ini jauh lebih baik daripada berdiam diri di rumah tanpa bekerja atau melemparkan diri ke laut dengan mimpi bermigrasi ke Eropa.

Ia mendapat keuntungan $ 20 setiap hari dari berjualan Kharoub. Nilai yang cukup untuk menghidupi dasar keluarganya.

“Ramadhan membuka kesempatan lebih lebar bagi kebanyakan rakyat Gaza yang menganggur untuk mendapatkan uang,” ungkapnya. “Mereka berjualan berbagai hal yang identik dengan tradisi Ramadhan baik itu makanan, minuman, mainan hingga lampion,” tambahnya.

Abu Mohammed Al Barqouni yang berada di dekat Al Soussi, nampak sibuk mendekorasi toko kecilnya dengan lampion berbagai bentuk, ukuran dan warna. Lampion Ramadhan sangat populer di kalangan anak-anak.

“Saya berharap dapat menghadirkan kegembiraan bagi semua anak-anak di sini. Tapi, beberapa orangtua mereka datang dan menanyakan harganya, lalu mereka pergi lagi karena tidak mampu membelinya,” tutur Al Barqouni.

Harga lampion ini berkisar antara 10 sampai 20 Shekel ($ 2,84 – $ 5,69) untuk yang ukuran standar. Sementara ukuran lebih sekitar lima sampai tujuh Shekel.

“Harga lampion ini sebenarnya terhitung rendah. Tapi, penjualan naik turun karena memburuknya kondisi ekonomi mayoritas warga Gaza,” kisahnya.

Namun, Al Barqouni bercerita bahwa dirinya masih bisa membawakan makanan untuk keluarganya meskipun penjualan lampion sedang tidak begitu bagus.

Meja makan orang Arab kala berbuka puasa belumlah lengkap jika tidak ada acar. Dan, banyak warga Gaza berjualan acar selama Ramadhan karena umumnya permintaan acar di bulan ini melonjak.

“Kami telah mempersiapkan diri beberapa bulan sebelumnya untuk berjualan di bulan Ramadhan,” ungkap Mahmoud Abu Hamid yang telah berjualan acar selama 24 tahun kepada Arab News.

“Kami menyiapkan acar lada, terong, mentimun, wortel, makaroni, lemon, zaitun, dan menyimpannya di dalam drum tertutup dalam waktu selama mungkin. Saat pagi pertama bulan Ramadhan tiba, kami pergi ke pasar-pasar dan menjual acar kami.”

Mahmoud bercerita bahwa penjualan acar melonjak setelah Ashar. Warga yang kaya dan memiliki keluarga besar biasanya akan membeli satu kilogram acar dengan harga mulai 25 hingga 30 Shekel. Banyak juga warga yang membeli acar dalam porsi lebih kecil hanya untuk konsumsi satu hari saja, tambahnya. (WST/RS/arabnews)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen − eleven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.