Home Berita Internasional Ketegangan Meningkat Lagi di Jalur Gaza, Mesir Kirim Delegasi Penengah

Ketegangan Meningkat Lagi di Jalur Gaza, Mesir Kirim Delegasi Penengah

163
0
SHARE
Seorang pedagang Palestina mendorong gerobak rotinya pada hari musim dingin di Khan Younis, Jalur Gaza selatan 10 Februari 2020. (Reuters)

Wasathiyyah.com, Gaza – Delegasi Mesir tiba di Gaza pada hari Senin (10/02) sebagai upaya untuk meredakan ketegangan yang kembali meningkat beberapa waktu terakhir sejak presiden AS Donald Trump mengumumkan proposal perdamaian Timur Tengah.

Hamas mengatakan bahwa militer Israel telah menyerang lagi kantong-kantong pejuang Hamas dengan serangan udara. Pihak Israel menimpali bahwa itu adalah balasan atas serangan proyektil Hamas sebelumnya.

Mesir sudah lama menjadi penengah konflik antara Israel dan Palestina khususnya Hamas yang menguasai wilayah Gaza. Namun, hasil dari kunjungan terakhir kemarin belum diumumkan.

Militer Israel mengatakan bahwa pada Senin kemarin jet-jet tempurnya telah menargetkan sejumlah titik para pejuang Hamas di Gaza. Diantaranya kompleks pelatihan dan infrastuktur Hamas.

Sejauh ini belum ada laporan dari Gaza mengenai jumlah korban dan kerusakan. Sementara sebuah proyektil ditembakkan dari Gaza ke Israel bagian selatan yang mengakibatkan peringatan sirine dan membuat ribuan warga Israel berlari ke tempat perlindungan.

Seorang juru bicara dewan daerah di Shaar Hanegev, timur laut Gaza, mengatakan bahwa proyektil itu tampaknya mengenai sebuah lapangan terbuka.

Menurut militer Israel, setidaknya delapan roket atau mortir telah ditembakkan dari Jalur Gaza ke Israel sejak 28 Januari saat Presiden AS Donald Trump merilis proposal perdamaian Timur Tengah.

Israel mengklaim telah membalas serangan itu. Meski sampai sekarang tidak diberitakan mengenai jumlah korban tewas atau terluka maupun kerusakan dari kedua belah pihak.

Pada hari Minggu (09/02) Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan statemen, “Saya tidak akan menyampaikan secara rinci tentang rencana kami di hadapan media. Yang jelas kami siap mengambil tindakan untuk menghancurkan organisasi teroris di Gaza.”

Eskalasi semakin meningkat di Jalur Gaza sejak pengumuman kontroversial Presiden AS Donald Trump. Proposal tersebut semakin melebarkan jalan bagi Israel untuk mendapatkan apa yang selama ini menjadi targetnya seperti penguasaan penuh Yarusalem dan mencaplok semua bagian dari Tepi Barat.

Sebagai kompensasinya, Palestina akan mendapatkan sebuah wilayah yang tersisa dari Tepi Barat dan Gaza. Proposal ini sontak mendapatkan penolakan dari Palestina. Demikian juga dengan Liga Arab, OKI dan Uni Eropa sama-sama menolak karena menilai proposal itu tidak sejalan dengan solusi dua negara yang selama ini diupayakan forum internasional. (WST/RS/arabnews)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.