Home Berita Internasional Muslimah Yaman Jadi Dewan Pengawas Moderasi Konten Facebook dan Instagram

Muslimah Yaman Jadi Dewan Pengawas Moderasi Konten Facebook dan Instagram

607
0
SHARE
Tawakkol Karman, wanita asal Yaman peraih nobel perdamaian 2011. (Foto : wikimedia)

Wasathiyyah.com – Facebook pada Rabu (06/05) menunjuk Tawakkol Karman (41), seorang wanita muslim asal Yaman sebagai anggota Dewan Pengawas yang baru saja diluncurkan. Dewan ini merupakan komite independen yang berwenang memutuskan apakah Facebook dan Instagram harus mengizinkan atau menghapus konten tertentu.

Karman tidak sendirian. Dewan Pengawas ini terdiri dari dua puluh anggota diantaranya mantan wartawan, pengacara hingga politisi seperti Helle Thorning Schmidt mantan perdana menteri Denmark, Alan Rusbridger mantan pemimpin redaksi The Guardian, dan Julie Owono direktur eksekutif Internet Without Borders. 

Siapa Tawakkol Karman? Dia adalah seorang aktifis HAM, jurnalis dan politisi. Meraih nobel perdamaian tahun 2011 atas perannya dalam pemberontakan Yaman di tengah Arab Spring. Ia penggerak kebebasan pers di Yaman dan dijuluki sebagai “Ibu Revolusi” oleh warga Yaman. Karman menjadi wanita Arab pertama yang dianugerahi nobel.

Karman juga merupakan anggota senior partai politik Al Islah Yaman yang dianggap memiliki hubungan dengan Ikhwaul Muslimin di Mesir, sehingga ia diskors pada tahun 2018 karena mengkritik koalisi Saudi dalam perang Yaman.

Facebook diharuskan membentuk dewan pengawas yang jumlah anggotanya mencapai 40 orang. Oleh karenanya, Facebook akan kembali memilih orang-orang dari seluruh dunia dengan berbagai latar belakang untuk menggenapkan jumlah anggota dewan ini.

“Dewan berwenang menggunakan penilaian independennya demi mendukung hak para pengguna aplikasi ini dalam kebebasan berekspresi dan memastikan bahwa hak mereka itu dihormati,” terang Facebook.

Perusahaan jejaring sosial itu juga memastikan bahwa keputusan Dewan Pengawas tentang moderasi konten akan bersifat ‘mengikat’ sehingga Facebook berkewajiban untuk melaksanakan keputusan tersebut nantinya.

Facebook dan anak perusahaannya telah lama mendapat kritik karena dianggap gagal menerapkan moderasi konten yang efektif. Para kritikus menilai bahwa kegagalan Facebook tersebut telah mengakibatkan tersebarnya konten-konten berbahaya seperti pidato-pidato kebencian, teori konspirasi dan disinformasi secara luas. (WST/RS/thenewarab)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 + three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.