Home Berita Timur Tengah Israel Tutup Gerbang Ekspor Produk Palestina, Memicu Perang Dagang

Israel Tutup Gerbang Ekspor Produk Palestina, Memicu Perang Dagang

212
0
SHARE
Petani Palestina memanen kembang kol di sebuang ladang di Lembah Jordan.

Wasathiyyah.com, Ramalah – Sejak hari Minggu (09/02) Israel melarang ekspor produk-produk Palestina. Hal ini disampaikan Kementerian Ekonomi Nasional Otoritas Palestina dalam sebuah pernyataan dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Senin (10/2).

“Mulai hari ini, ekspor produk pertanian Palestina ke luar negeri melalui perbatasan Allenby tidak diizinkan,” kata pihak COGAT, unit kementerian pertahanan Israel yang bertugas mengawasi aktifitas sipil di wilayah Palestina.

Pihak kementerian Palestina pun mengkonfirmasi bahwa Israel melarang truk-truk Palestina pengangkut komoditi ekspor untuk melintasi gerbang perbatasan.

Allenby merupakan perbatasan yang dikuasai Israel, melintas di antara Jordania dan Tepi Barat dan menjadi satu-satunya rute perlintasan bagi truk-truk pembawa komoditi pertanian Palestina untuk mencapai pasar luar negeri.

Atas pelarangan ini, Palestina mengeluarkan kecaman dan menyatakan bahwa tindakan Israel itu memicu perang dagang setidaknya lima bulan ke depan.

Palestina segera membalas dengan melarang produk-produk Israel beredar di pasar-pasar Palestina.

Moein Ashtiyeh, seorang petani Palestina yang bertani di wilayah Lembah Jordan yang subur, menceritakan bahwa dia memiliki 400 ton kurma yang sudah dikemas dan siap ekspor ke Inggris, Jeman dan Turki. Pelarangan yang dilakukan Israel mengakibatkan kurma-kurmanya tertahan.

“Jika saya tidak mengekspor kurma-kurma ini pada tanggal-tanggal ini, maka saya bisa rugi 10 juta Shekel ($2,9 juta).

Pihak COGAT mengatakan bahwa pelarangan oleh Israel dilakukan sebagai respon atas sikap Palestina yang menghentian impor anak sapi dari Israel. Penghentian impor ini secara dramatis telah mengguncang para peternak sapi di Israel.

Sedangkan Palestina mengatakan bahwa penghentian impor sapi itu dilakukan untuk mendorong kemandirian peternak Palestina dan mengurangi ketergantungan kepada Israel.

Perselisihan dagang ini mengemuka sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan proposal perdamaian Timur Tengah yang kontroversial dan mendapatkan penolakan dari banyak pihak.

Menteri pertanian Palestina Reyad Attari mengatakan kepada AFP bahwa penutupan jalur Allenby oleh Israel telah melanggar perjanjian antara kedua belah pihak.

“Ini tindakan yang sangat berbahaya,” ujar Menteri Reyad.

COGAT menyatakan bahwa penutupan Allenby akan dibatalkan jika Palestina mencabut kembali penghentian impor ternak dari Israel.

Analis ekonomi Palestina, Nasser Abdel Karim mengatakan kepada AFP bahwa meski ketegangan di antara Palestina dan Israel meningkat namun kedua pihak tidak ada yang mau terlibat terlalu jauh dalam perang dagang secara penuh.

“Tidak ada keinginan untuk konfrontasi ekonomi,” ujarnya.

Kendati demikian, naik turunnya tensi perdagangan di antara Palestina dan Israel tetap menimbulkan rasa khawatir pada para petani.

“Sekarang adalah musim kentang dan bawang. Jika saya tidak bisa mengekspor, saya akan rugi besar,” ujar seorang petani Palestina, Nasser Abdel Razek. (WST/RS/arabnews)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eleven − 10 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.