Home Berita Timur Tengah Media Yunani: MA Turki Putuskan Hagia Sophia Jadi Masjid

Media Yunani: MA Turki Putuskan Hagia Sophia Jadi Masjid

197
0
SHARE
Hagia Sophia

Wasathiyyah.com, Athena — Kontroversi rencana Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengubah Hagia Sophia dari museum menjadi masjid bakal segera diputuskan. Media Yunani melaporkan adanya bocoran dari media Turki terkait keputusan ini.

Menurut wartawan Turki Mehmet Ardıç, yang adalah penasihat rahasia Erdogan, seperti dikutip Greek City Times, Mahkamah Agung (MA) Turki memutuskan untuk membatalkan keputusan Kemal Ataturk (1934), yang menjadikan Hagia Sophia menjadi museum.

“Dewan Negara dengan suara bulat membatalkan keputusan Hagia Sophia tertanggal 27.11.1934,” kutip Greek City Times dari tweet Ardic.

Politikus Partai AKP, Numan Kurtulmuş, mengatakan kepada media Turki bahwa pada 15 Juli, atau bahkan lebih awal, Hagia Sophia akan dibuka sebagai masjid “untuk sholat”.

Presiden Erdogan sudah sejak lama ingin mengubah fungsi Hagia Sophia menjadi masjid, namun kerap gagal.

Juru bicara Komisi Uni Eropa Eric Mamer menyatakan Hagia Sophia adalah situs warisan dunia UNESCO dan masalah pengubahan ini “harus dilihat melalui perspektif ini.”

Menggambarkan Hagia Sophia sebagai “simbol toleransi dan dialog,” Mamer mengatakan perdebatan tentang status ini tidak boleh memicu perselisihan antaragama.

Pada 2 Juli, Mahkamah Agung Turki mengumumkan keputusan apakah Hagia Sophia akan dikonversi menjadi masjid akan dibuat dalam waktu 15 hari.

“Sidang berlangsung sekitar 17 menit. Dewan Negara menyelesaikan sidang untuk menjelaskan keputusan tentang permintaan Hagia Sophia. Dewan Negara akan mengumumkan keputusannya dalam 15 hari,” kata pengadilan dalam sebuah pernyataan.

Greek City Times, Media Yunani, menegaskan MA Turki belum mengumumkan secara resmi atas nasib Hagia Sophia.

Hagia Sophia dibangun pada 537 tetapi berubah menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada 29 Mei 1453.

Situs itu kemudian berubah menjadi museum pada 1935 tak lama setelah runtuhnya Kekaisaran Ottoman dan pendirian Republik Turki. (WST/YN/republika.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 + 19 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.