Home Berita Internasional Grand Syaikh Al Azhar Kecam Keras Pernyataan Presiden Prancis

Grand Syaikh Al Azhar Kecam Keras Pernyataan Presiden Prancis

247
0
SHARE
Grand Syaikh Al Azhar, Ahmad Al Thayyeb.

Wasathiyyah.com, Kairo – Grand Syaikh Al Azhar, Prof. Dr. Ahmad Al Thayyeb mengecam Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang menyatakan perang terhadap separatisme Islam.

Grand Syaikh memperingatkan Presiden Macron bahwa pernyataannya itu berbahaya dan bisa memancing timbulnya kebencian dan rasialisme terhadap umat Islam, serta bisa memicu aksi terorisme.

Kecaman dari Grand Syaikh Al Azhar ini dimuat di laman Facebook dalam tiga versi bahasa yaitu Arab, Inggris dan Prancis.

Grand Syaikh menyebut Presiden Macron melemparkan pernyataan yang tidak berdasar dan tidak bertanggungjawab tentang Islam.

Pada minggu lalu (2/10), Presiden Macron mengumumkan dalam pidatonya bahwa Prancis telah menerapkan strategi untuk melawan separatsisme Islam di dalam negeri. Ia pun akan mengirimkan rancangan undang-undang (RUU) terkait hal itu ke parlemen pada awal tahun depan.

Grand Syaikh mengatakan bahwa Presiden Macron sedang mencari keuntungan politik dengan mengkambinghitamkan Islam. Grand Syaikh menyayangkan pernyataan Macron itu dilontarkan pada saat banyak tokoh mengkampanyekan kehidupan yang damai berdampingan di dunia Barat.

Dalam RUU yang sedang dirancang pemerintahan Macron terdapat poin-poin yang akan mengontrol lebih ketat pendanaan masjid-masjid di Prancis. Macro juga akan mengontrol lebih ketat kegiatan home scholing untuk mengantisipasi upaya indroktinasi yang mungkin terjadi di luar sekolah-sekolah formal.

RUU itu juga akan melarang para imam yang berasal dari Turki, Aljazair dan Maroko karena umumnya mereka memiliki latarbelakang keterkaitan dengan kelompok Ikhwanul Muslimin. Prancis akan melatih para imam dalam negeri sehingga mereka juga bisa memahami bahasa dan hukum negara.

“Ada krisis Islam di mana-mana, yang dirusak oleh aksi-aksi radikal. Masalahnya adalah ada yang menganggap dirinya lebih tinggi kedudukannya daripada Republik,” kata Macron.

Macron mengklaim bahwa pihaknya tengah membangun Islam yang tercerahkan di Eropa.

Akademi Riset Islam Al Azhar menerangkan bahwa pernyataan Presiden Macron telah melemparkan tuduhan palsu yang tidak ada kaitannya dengan konteks agama yang sebenarnya. (WST/RS/ahram)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − eleven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.