Home Berita Internasional Beirut Segera Berbenah Pasca Ledakan yang Merenggut 135 Korban Jiwa

Beirut Segera Berbenah Pasca Ledakan yang Merenggut 135 Korban Jiwa

232
0
SHARE
Keadaan pelabuhan Beirut sebelum dan sesudah ledakan. (Gambar : metro.co.uk)

Wasathiyyah.com, Beirut – Banyak warga ibu kota Lebanon, Beirut, masih tidak percaya dengan apa yang terjadi pada Selasa sore kemarin (4/8). Dua kali ledakan dahsyat dari sebuah gudang di pelabuhan mengguncang kota dan menimbulkan korban serta kerusakan parah.

Otoritas setempat memperkirakan ledakan berasal dari 2.750 ton Amonium Nitrat yang sudah tersimpan di sebuah gudang di pelabuhan dalam kurun waktu 6 tahun lamanya. Adapun penyebab bagaimana ledakan itu terjadi masih dalam penyelidikan.

Gubernur Beirut, Marwan Abboud, memperkirakan total kerugian yang ditimbulkan ledakan itu mencapai $ 15 Miliar. Ini adalah kerugian yang sangat besar di tengah kondisi ekonomi Lebanon yang sedang lesu.

Maroun Helou, presiden Lebanese Contractors Syndicate, memperkirakan 50.000 bangunan dan gedung hancur atau rusak terdampak gelombang kejut ledakan yang mencapai lebih dari radius 5 kilometer.

Sampai hari Rabu (05/08) korban tewas mencapai 135 orang dan 5.000 orang lebih terluka. Puluhan orang lainnya masih dalam pencarian. Mereka yang belum ditemukan diperkirakan pekerja di pelabuhan yang masih berada di dalam reruntuhan.

Bendera setengah tiang dikibarkan di seluruh Lebanon untuk menghormati para korban dan keluarganya.

Kepala Palang Merah Lebanon, George Kettana menggambarkan ledakan tersebut sebagai peristiwa besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Tujuh puluh lima ambulans kami kerahkan untuk mengangkut 100 jenazah dan lebih dari 4.000 korban luka, dan masih ada yang belum ditemukan,” ungkap Kettana.

Rumah Sakit kewalahan menampung para korban pada hari Selasa. Para ahli bedah sibuk menangani korban luka yang terus berdatangan. Banyak korban luka yang menceritakan bahwa mereka dibawa ke rumah sakit dengan sepeda motor akibat keterbatasan jumlah ambulans dibanding jumlah korban.

Pasukan keamanan menutup pusat kota Beirut untuk mengantisipasi pencurian dan penjarahan. Para pejalan kaki kesulitan melintas karena banyaknya pecahan kaca di jalanan.

“Saya mengalami semua perang yang pernah terjadi di Beirut dan bentuk serangan lainnya. Tapi baru kali ini saya menyaksikan kehancuran seperti ini,” kata salah seorang pemilik toko.

Pierre Ashkar, kepala asosiasi perhotelan Lebanon mengatakan bahwa 90% hotel di Beirut mengalami kerusakan. Banyak korban luka baik dari pekerja maupun tamu hotel.

Pemerintah Lebanon telah mengadakan pertemuan dan mengumumkan keadaan darurat selama dua minggu ke depan dan memberikan wewenang kepada militer untuk menjaga keamanan nasional.

Presiden Lebanon, Michel Aoun memerintahkan agar semua pihak yang bertanggungjawab atas manajemen, penyimpanan, penjagaan dan pengawasan bahan kimia menjadi tahanan rumah. Presiden Aoun berjanji bahwa semua pihak yang bertanggungjawab atas ledakan itu akan diidentifikasi dan diselidiki.

“Beirut telah menjadi kota bencana. Namun, dahsyatnya guncangan tidak akan menghalangi upaya kami melakukan penyelidikan dan mengungkap apa yang terjadi secepat mungkin. Kami akan mintai pertanggungjawaban pejabat dan petugas yang lalai serta tak ragu menghukum mereka,” tegas Presiden Aoun.

Seorang hakim senior Lebanon telah menginstruksikan Direktorat Jenderal Pasukan Keamanan Internal untuk melakukan investigasi cepat atas ledakan ini. Termasuk menyelidiki siapa saja yang bertugas pada gudang penyimpanan bahan kimia itu.

Pihak keamanan terus menyelidiki bagaimana amonium nitrat itu bisa tersimpan hingga enam tahun di sana. Manajer umum pelabuhan, Hasan Koraytem mengatakan bahwa memang ada korespondensi saat penyerahan bahan kimia itu kepada pihaknya. Namun ia mengatakan bahwa pihaknya tidak berwenang memindahkannya.

Ada dugaan bahwa ledakan dipicu aktifitas pengelasan disekitar gudang, mengingat bahwa amonium nitrat memang dapat meledak jika terpapar api.

Sementara itu, dunia memberikan dukungan kepada Lebanon. Pemerintah Prancis, Emmanuel Macron akan mengunjungi Lebanon pada Kamis ini (6/8). Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menjanjikan Amerika Serikat akan memberikan dukungan untuk Lebanon dan mengirimkan bantuan segera untuk memulihkan keadaan.

Beberapa negara Arab telah mengirimkan pesawatnya yang membawa bantuan berupa obat-obatan, peralatan medis dan logistik lainnya termasuk fasilitas rumah sakit lapangan. (WST/RS/arabnews)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty + 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.