Home Berita Timur Tengah Imam Besar Al Azhar: Rangkul Saudara Kristen, Hapuskan Istilah Minoritas

Imam Besar Al Azhar: Rangkul Saudara Kristen, Hapuskan Istilah Minoritas

360
0
SHARE
Syeikh Ahmad Tayeb dan Paus Fransiskus

Wasathiyyah.com, Abu Dhabi — Imam Besar Al Azhar, Kairo, Mesir, Syeikh Ahmed Al-Tayeb mengimbau umat Muslim agar merangkul umat Kristen di Timur Tengah.

Dalam pertemuan lintas agama di Abu Dhabi yang dihadiri Paus Fransiskus itu, Ahmed Tayeb menekankan bahwa umat Kristen merupakan rekan.

“Pesan saya kepada anda semua rangkul saudara dan saudari Kristen. Merekalah rekan di dalam negara. Mereka dekat dengan kita. Ada ikatan khusus di antara kita,” paparnya.

Selain itu, Ahmad Tayeb berujar kepada umat Kristen di Timur Tengah.

“Saya ingin anda tidak menggunakan istilah minoritas. Anda bukan minoritas. Anda adalah warga negara dalam semua konteks. Mari kesampingkan istilah itu. Anda adalah warga negara dengan hak penuh,” imbuhnya.

“Ikatan kita bagaikan sebuah batu yang menghancurkan semua plot yang mencoba memecah kita,” tambah dia.

Mantan Rektor Universitas Al Azhar itu kemudian menyeru kepada semua umat Muslim di Barat untuk mengintegrasikan diri ke dalam masyarakat, dan pada saat bersamaan mempertahankan identitas serta menghormati hukum setempat.

“Jika Anda punya masalah terkait agama di negara tempat Anda berada, Anda perlu berbicara kepada pemuka agama dan tuntaskan dengan cara itu,” imbaunya.

Hentikan perang

Dalam kesempatan yang sama, Paus Fransiskus menyerukan penghentian peperangan di Timur Tengah.

Kepala Gereja Katolik Roma itu mengatakan, konsekuensi kekerasan dapat terlihat di Yaman, Suriah, Irak, dan Libia.

Perkataan Paus di Abu Dhabi itu menohok Uni Emirat Arab, yang turut menjadi bagian koalisi pimpinan Arab Saudi dalam intervensi konflik di Yaman yang memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Pada Selasa (5/2/2019) pagi waktu setempat, Paus dijadwalkan menghadiri misa terbuka yang diikuti 135.000 orang di Stadion Zayed Sports City, Abu Dhabi.

Ahmed Tayeb dan Paus Fransiskus berbicara di hadapan beragam perwakilan agama di Abu Dhabi setelah menandatangani ‘Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama’.

Dokumen itu menyeru kepada semua pemimpin dunia untuk bekerja sama “menyebarkan budaya toleransi” dan “mengintervensi kejadian dari awal demi menghentikan pertumpaha darah orang tak berdosa dan mengakhiri peperangan, konflik, pembusukan lingkungan, dan degradasi moral yang dialami dunia saat ini”.

Tercantum pula kecaman terhadap mereka yang menggunakan nama Tuhan untuk membenarkan aksi kekerasan.

“Tuhan Yang Maha Kuasa, tidak perlu dibela siapapun dan tidak ingin namaNya digunakan untuk meneror orang,” sebut dokumen itu.(WST/YN/BBC Indonesia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.