Home Berita Internasional Setelah Liga Arab dan OKI, Uni Eropa juga Menolak Proposal Perdamaian Trump

Setelah Liga Arab dan OKI, Uni Eropa juga Menolak Proposal Perdamaian Trump

126
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Brussel – Bola panas proposal perdamaian Timur Tengah yang digelontorkan Presiden AS Donald Trump terus bergulir.

Setelah mendapat penolakan dari Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), kini giliran Uni Eropa menyatakan penolakan terhadap proposal itu.

Sikap Uni Eropa ini disampaikan oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell pada Selasa (04/02). Borrel menegaskan bahwa Uni Eropa konsisten dengan solusi dua negara, sebagaimana kesepakatan damai 1967, yaitu negara Israel dengan sebuah negara yang independen, demokratis, berdampingan, Palestina. Borrel menyatakan bahwa usulan dari AS harus berangkat dari parameter yang telah disepakati secara internasional ini.

“Untuk membangun perdamaian yang adil dan jangka panjang, maka negosiasi harus melibatkan kedua belak pihak. Termasuk masalah perbatasan, Yarusalem, keamanan wilayah dan pengungsi,” kata Borrell.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu berunding mengenai proposal perdamaian ini tanpa melibatkan Palestina. Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak proposal itu dan menyatakan bahwa proposal itu hanya omong kosong.

Negara-negara Teluk pun menolak proposal Trump. Borrell mengungkapkan keprihatinan bahwa proposal itu memberi peluang kepada Israel untuk mencaplok Lembah Jordan dan bagian lain dari Tepi Barat.

Borrell menyarankan Uni Eropa mengambil langkah hukum. “Proposal ini jika direalisasikan akan mendapat banyak penentangan,” ujarnya.

Palestina menginginkan kembali semua wilayah di Tepi Barat dan Yarusalem Timur yang telah dicaplok Israel sejak perang 1967, sebelum kemudian Israel menempatkan 700.000 warganya di wilayah itu.

Para menteri luar negeri Uni Eropa dalam beberapa bulan terakhir ini tengah membahas dan mempertimbangkan apakah mereka perlu mengubah kebijakan Timur Tengahnya di tengah meningkatnya kekhawatiran atas langkah-langkah AS seperti pengakuan Yarusalem sebagai ibukota Israel, yang dapat memicu rusaknya solusi dua negara.

Irlandia dan Luxemburg adalah dua diantara negara-negara kecil yang berupaya mendorong perubahan kebijakan Timur Tengah negara-negara Uni Eropa terhadap Palestina. Namun, mereka belum mendapat dukungan dari negara-negara besar Uni Eropa.

Dalam sebuah surat kepada Borrell, Menteri Luar Negeri Luksemburg Jean Asselborn menulis bahwa solusi dua negara itu terus dibongkar sepotong demi sepotong, hari demi hari, maka inilah saatnya untuk mempertimbangkan mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

Borrell menyatakan bahwa negara-negara anggota Uni Eropa belum satu suara mengenai perubahan kebijakan Timur Tengah mereka. (WST/RS/arabnews)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.