Home Berita Internasional Mesir Berencana Buka Kembali Semua Masjid, Ini Sejumlah Aturannya

Mesir Berencana Buka Kembali Semua Masjid, Ini Sejumlah Aturannya

222
0
SHARE
Shalat berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan di masjid Al Azhar, Kairo. (Gambar : arabnews)

Wasathiyyah.com, Kairo – Melarang untuk sementara anak-anak, memakai masker, menutup toilet dan tempat wudhu, adalah beberapa aturan yang harus diikuti masjid-masjid di Mesir jika dibuka kembali setelah penutupan sementara akibat pandemi Corona. Komite parlemen membahas rencana pembukaan kembali masjid pada Rabu (03/06).

Sejumlah anggota parlemen dari Komite Urusan Agama dan Wakaf mendukung rencana Kementerian Wakaf untuk membuka kembali masjid dengan syarat bahwa Kementerian Kesehatan dapat meyakinkan bahwa angka kasus Corona menurun dan virus tersebut tidak menimbulkan ancaman kembali.

“Dengan membuka kembali semua masjid, itu bisa berkontribusi pada berkurangnya kepadatan di sebagian masjid yang diizinkan buka selama ini. Karena jika hanya sebagian kecil masjid yang buka di negara ini, maka angka kunjungan orang yang ingin shalat di masjid akan meningkat di sana dan tidak terurai,” terang sekretaris komite, Omar Hamroush.

“Lebih baik membuka semua masjid sembari menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran kembali virus Corona,” lanjutnya.

Dia menekankan pentingnya mendisinfeksi masjid setiap kali selesai pelaksanaan shalat lima waktu.

Jika Departemen Kesehatan memberikan lampu hijau maka semua masjid di Mesir akan dibuka kembali setelah masa penutupan sementara sejak Maret lalu akibat Corona, tapi dengan keharusan menerapkan protokol kesehatan dan peraturan yang akan diumumkan oleh Menteri Wakaf Mohamed Mokhtar Gomaa.

Beberapa peraturan yang akan diterapkan diantaranya wajib mengenakan masker, menjaga jarak antar jamaah dan antar saf minimal 1,5 meter , membawa sajadah masing-masing, toilet dan tempat wudhu ditutup, pembatasan waktu beraktifitas di masjid dan anak-anak belum diizinkan masuk.

Wakil sekretaris komite, Shoukry El Gendy mendukung rencana kementerian wakaf untuk membuka juga tempat shalat yang lebih kecil, Zawiyah, dan penerapan aturan yang diperlukan. Tapi, dia menyerahkan hal tersebut kepada jamaahnya masing-masing.

Ia menambahkan bahwa dengan dibukanya kembali masjid-masjid maka kekhawatiran akan kerumunan orang akan berkurang karena mereka bisa pergi ke masjid secara bergiliran. Ini tentu lebih baik dibanding jika mereka datang ke masjid dalam waktu yang bersamaan.

Keputusan untuk membuka kembali masjid-masjid belum disahkan oleh pemerintah Mesir karena diskusi masih terus berlangsung antara pihak kementerian dan parlemen. Beberapa anggota masih menyimpan kekhawatiran jika pembukaan masjid ini akan malah memicu gelombang kedua penyebaran virus Corona.

Abdel Sami Ahmed, seorang tenaga medis yang bekerja di rumah sakit karantina mengatakan kepada Arab News bahwa setiap keputusan untuk membuka kembali masjid harus dipertimbangkan dengan sangat hati-hati. Protokol kesehatan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan dan WHO harus benar-benar diterapkan. Pembukaan itu juga harus berdasar riset terbaru terhadap dinamika kasus Corona teraktual di Mesir.

Sampai hari Rabu (03/06) kemarin, kasus positif Corona di Mesir mencapai 28.615 kasus dan mengakibatkan kematian sebesar 1.088 jiwa.

Ahmed mengusulkan jika pembukaan kembali masjid dilakukan, sebaiknya Zawiyah itu dikecualikan karena ukuran ruang yang terbatas dan rata-rata kurang ventilasi yang memadai. (WST/RS/arabnews)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.