Home Berita Timur Tengah Arab Saudi Pilih Bekas Ibu Kota Kerajaan Kuno Jadi Lokasi KTT GCC...

Arab Saudi Pilih Bekas Ibu Kota Kerajaan Kuno Jadi Lokasi KTT GCC Ke-41

189
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Jeddah — Arab Saudi akan menjadi tuan rumah KTT Dewan Kerjasama Teluk (GCC) ke-41. Pertemuan rencananya akan digelar di ibu kota kuno peradaban bersejarah, Al-Ula.

Setelah berada di persimpangan zaman kuno, Lembah Al-Ula akan menjadi tuan rumah KTT yang digelar pada 5 Januari. Maraya Concert Hall dipilih sebagai lokasi pertemuan, yakni sebuah bangunan berbentuk kubus yang ditutupi lebih dari 9.500 meter persegi cermin dan memantulkan gambar lanskap sekitarnya.

Diresmikan pada 2019 dan dijuluki “keajaiban cermin” karena lembaran kaca raksasa yang menempel pada bangunan, aula ini terletak di Wadi Ashaar dekat jalan bebas hambatan vulkanik, di mana dikelilingi oleh pegunungan. Gedung ini dapat menampung hingga 500 tamu dan telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan budaya sejak pembukaannya.

Lokasi KTT ini sangat penting. Terselip di bayang-bayang Pegunungan Hijaz yang membentang di sepanjang wilayah barat, AlUla dulunya adalah kota yang ramai dengan aktivitas dengan pengaruhnya yang mencapai seluruh Semenanjung Arab dan sekitarnya.

Saat ini, AlUla telah “ditemukan” kembali dan berkembang. Bekas ibu kota perdagangan kerajaan kuno ini akan mengadakan salah satu kegiatan terpenting di kawasan itu, membangun kembali signifikansinya di dunia modern.

Dalam rapat kabinet mingguannya, Raja Salman mengatakan dia berharap KTT itu berhasil mempromosikan aksi bersama dan memperluas kerja sama dan integrasi antar negara anggota. Atas permintaan tersebut, Sekretaris Jenderal GCC, Nayef Falah Al-Hajjraf, mengundang para pemimpin negara anggota ke pertemuan tersebut, dengan enam negara anggota GCC yakni Arab Saudi, UEA, Bahrain, Oman, Qatar dan Kuwait.

“KTT ke-41 menandai awal dari babak baru GCC saat memasuki dekade kelima,” kata Al-Hajjraf dilansir di Arab News, Senin (4/1).

Duta Besar Kuwait untuk Arab Saudi, Sheikh Ali Al-Khalid Al-Sabah, menggarisbawahi pentingnya sesi ke-41 KTT Teluk, mengingat perkembangan politik di kawasan itu baru-baru ini. Ia juga mengatakan KTT yang diselenggarakan oleh Kerajaan akan memiliki suasana yang positif dan persaudaraan.

“Suasana di antara para pemimpin GCC mencerminkan semangat tanggung jawab dan keyakinan yang tulus, akan pentingnya memperkuat solidaritas Teluk dalam menghadapi tantangan bersama dan membangun perdamaian dan stabilitas demi kepentingan anggota dewan,” kata dia.

Wilayah Teluk disebut saat ini menghadapi tantangan politik dan ekonomi yang besar. Para pemimpin GCC akan membahas masalah ini dengan visi bersatu, yang berasal dari keyakinan mereka pada takdir yang sama dan keinginan melestarikan kepentingan negara-negara dan masyarakat mereka.

Kerajaan menjadi tuan rumah KTT GCC untuk tahun ke-10. Lembah AlUla memiliki sejumlah situs bersejarah yang pernah menjadi rumah bagi peradaban kuno Dadan dan Lihyan. Komisi Kerajaan untuk AlUla telah menjalankan misinya untuk mengembalikan wilayah ini ke tempat yang selayaknya, sebagai oasis budaya.

Diresmikan pada 1981, KTT GCC diselenggarakan oleh Sheikh Zayed Al Nahayan di Abu Dhabi. Penyelenggaraan ini sekaligus membuka jalan bagi kawasan itu untuk meningkatkan dan memperkuat kerja sama dan hubungan antar negara anggota. (WST/YN/ihram.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.