Home Berita Timur Tengah Simposium ‘Toleransi dalam Islam’ di Masjid Al Azhar Kairo Sedot Perhatian Generasi...

Simposium ‘Toleransi dalam Islam’ di Masjid Al Azhar Kairo Sedot Perhatian Generasi Milenial

132
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Kairo – Di bawah naungan Grand Syaikh Al Azhar, Prof. Dr. Ahmad Thayyeb, aula masjid Al Azhar menyelenggarakan simposium bertema ‘Toleransi dalam Islam’.

Hadir sebagai pembicara pada simposium ini Dr. Abdul Mon’im Foad, dosen Akidah dan Filsafat Universitas Al Azhar sekaligus pengawas umum untuk aula dan koridor masjid Al Azhar. Serta Dr. Abdul Fatah Al Awari dekan fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar Kairo, dan Dr. Abdullah Sarhani mantan direktur pascasarjana Universitas Al Azhar.

Pada bagian awal simposium, Dr. Al Awari menyampaikan bahwa dalam catatan sejarah ketika pasukan kaum muslimin berhasil menaklukan suatu negeri dan memasukinya, maka kaum muslimin ini memperlihatkan perilaku toleran yang sangat tinggi terhadap penduduk setempat.

Tanpa adanya toleransi dari kaum muslimin, maka tidak akan mungkin akan berbondong-bondong penduduk setempat memeluk Islam, baik dari kalangan budak maupun tokoh masyarakatnya. Oleh karenanya, sesungguhnya Islam itu tersebar dan diterima adalah karena toleransi dan kedamaiannya, bukan karena peperangan dan kekerasan.

Hal ini sebagaimana terungkap dalam buku The World of Islamic Civilization karya Gustave Le Bon, dimana dia mengatakan bahwa kaum muslimin di wilayah yang mereka taklukan telah memberikan contoh terbaik tentang hidup berdampingan dan damai dalam perbedaan.

Dr. Sarhani menambahkan bahwa Islam adalah agama akal dan kebijaksanaan. Agama yang memerintahkan kita selaku pemeluknya untuk bersikap adil dan bijaksana terhadap orang-orang di luar Islam karena Islam adalah agama yang sempurna. Agama yang memberikan toleransi dan kasih sayang terhadap orang-orang yang dinaunginya apapun agamanya. Namun, Islam juga merupakan agama yang memiliki kekuatan terhadap pihak-pihak yang bermaksud memeranginya. Sementara, perbedaan agama yang ada di tengah masyarakat membutuhkan kebijaksanaan dan toleransi satu sama lain.

Di bagian akhir simposium, Dr. Abdul Mon’im Foad menyampaikan bahwa saat ini kita membutuhkan anak-anak muda yang mengerti pesan-pesan para Rasul, mengerti makna diturunkannya risalah keagamaan. Dia pun menjelaskan bahwa negara bisa dibangun dengan semangat toleransi dan cinta, serta menjauhkan diskriminasi dan intoleransi. Sebagaimana ajaran agama kita mengatakan, “Dan, bertuturkatalah yang baik terhadap manusia.” (QS. Al Baqarah [2] : 83)

Dr. Mon’im juga melengkapi bahwa Rasulullah Saw. mengajarkan agar kita bisa toleran terhadap seluruh makhluk bahkan terhadap hewan sekalipun. Banyak sekali catatan sejarah mengenai hal ini. Maka, baik anak-anak muda, ambillah pelajaran dari sejarah hidup Rasul Saw. yang mengajarkan kita hidup secara toleran, damai dan bijaksana terhadap perbedaan.

Anak-anak muda antusias menyimak para pemateri simposium.

Simposium yang dihadiri oleh ratusan orang yang kebanyakan anak muda ini merupakan bagian dari rangkaian simposium “Pemuda dan Tantangan Zaman” yang diselenggarakan oleh masjid Al Azhar. Rangkaian acara ini sendiri bertujuan meningkatkan komunikasi antara para pengajar Al Azhar dengan jamaah masjid khususnya masyarakat yang rutin menghadiri pengajian di koridor-koridor masjid Al Azhar. Dari peningkatan intensitas pertemuan ini diharapkan nilai-nilai wasathiyyah Al Azhar semakin luas diterima oleh masyarakat dan stabilitas sosial di tengah mereka lebih terjaga. (WST/RS/azhareg)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.