Home Berita Internasional Al Azhar Gelar Simposium Hak-Hak Anak dalam Islam

Al Azhar Gelar Simposium Hak-Hak Anak dalam Islam

199
0
SHARE
Masjid Al Azhar Al Syarif Cairo

Wasathiyyah.com, Cairo – Di bawah arahan dan binaan Imam Besar Prof Dr. Ahmad Al Thayyeb, masjid Al Azhar gelar simposium dengan tema “Hak-Hak Anak dalam Islam”. Hadir sebagai presentator dalam acara ini Prof. Dr. Abdul Mun’im Fouad, pengawas Ruwaq Al Azhar, Prof. Dr. Abdel Fattah Al Awary, dekan fakultas Teologi Universitas Al Azhar, Prof. Mohamad Hassan Sabtan, profesor tafsir dan ilmu-ilmu Al Quran, dan Prof. Atta Al Sonbaty dekan fakultas study pascasarjana Universitas Al Azhar. 

Pada pembukaan simposium, Prof. Dr. Abdul Mun’im Fouad menguraikan bahwa Islam menjamin hak-hak anak bahkan sejak sebelum ia dilahirkan ke dunia. Hak anak dimulai sejak awal pernikahan dimana seorang calon suami atau calon istri dianjurkan untuk memilih pasangan yang shalih sehingga ke depan mampu mendidik dan merawat keturunan dengan baik. 

Kemudian Islam juga mengajarkan bagaimana kita memenuhi hak anak sejak ia masih berada di dalam kandungan kemudian setelah dilahirkan ke dunia, ia mestilah mendapatkan hak penyusuan dari ibunya selama dua tahun sehingga terjamin kesehatan fisik dan jiwanya. 

Prof. Dr. Abdul Mun’im Fouad menegaskan bahwa di dalam Islam, kasih sayang terhadap anak adalah hal yang mutlak sangat diperhatikan. Anak mestilah dijaga, dipellihara dan dididik dengan baik. Diajarkan tutur kata dan sikap-sikap yang sesuai dengan akhlak mulia sebagaimana diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. 

Dalam konteks yang sama Prof. Mohamad Hassan Sabtan menjelaskan bahwa ketika Islam datang kepada masyarakat Arab di masa lalu, Islam mendapati masyarakat Arab masih berada pada kejahiliyahan dalam hal sikap mereka terhadap anak perempuan. Di sana masih ada kebiasaan mengubur hidup-hidup anak-anak perempuan karena merasa malu, sehingga Allah Swt. berfirman di dalam Al Quran, “Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang telah mereka tetapkan itu” (QS. An Nahl [16] : 59). Sampai ada seorang orientalis yang mengakatan, “Jika anak-anak tidak memiliki hak selain dari dilindunginya dari pembunuhan bayi seperti yang terjadi di masa lalu, maka itu sudah cukup untuk menunjukkan kemuliaan Islam.”

Prof. Dr. Abdel Fattah Al Awary menguatkan bahwa jika ada seorang ayah yang tega membunuh anak perempuannya karena kemiskinan atau takut tidak bisa menghidupinya di masa depan, ketahuilah bahwa Allah Swt. yang menjamin rezeki setiap anak dan orangtuanya. Allah Swt. berfirman, “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami-lah yang memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh membunuh mereka adalah suatu dosa besar.” [QS. Al Isra [17] : 31) Perhatikanlah bagaimana Rasulullah Saw. Berinteraksi dengan Anak-anak. Betapa sikap beliau penuh dengan kelembutan dan kesabaran. 

Prof. Atta Al Sonbaty menambahkan bahwa banyak sekali tragedi kekerasan terhadap anak yang pemicunya adalah perceraian orangtua mereka. Perceraian adalah pintu untuk pengabaian anak-anak, mereka menjadi sangat rentan mengalami kekerasan baik verbal maupun fisik. Orangtua yang berpisah membuat anak tidak lagi mendapatkan kasih sayang yang lengkap dari ayah dan ibunya. Anak pun menjadi tertekan jiwanya karena harus melihat perselisihan orangtuanya. Perceraian selama ini telah menjadi jalan pintas yang mempertemukan anak dengan kekerasan baik yang datang dari dalam keluarganya ataupun dari luar. 

Simposium “Hak-hak Anak dalam Islam” ini menjadi rangkaian kampanye Al Azhar Al Syarif dalam memperjuangkan hak-hak anak, setelah sebelumnya telah terjadi kekerasan terhadap seorang gadis kecil Jana yang mengakibatkan kematiannya di Mesir. Kampanye ini diharapkan semakin menggugah kesadaran kaum muslimin dan masyarakat dunia pada umumnya untuk peduli pada pemenuhan hak-hak anak mengingat mereka adalah generasi penerus yang mewarisi peradaban masa depan umat manusia. (WST/RS/azhareg)  

     

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.