Home Berita Internasional Israel Tunda Rencana Pencaplokan Tepi Barat Hari Ini

Israel Tunda Rencana Pencaplokan Tepi Barat Hari Ini

40
0
SHARE
Seorang pemuda memasang bendera Palestina di benteng pemisah Israel di desa Bil,in, Tepi Barat, Palestina. (Gambar : GroundTruth)

Wasathiyyah.com, Yerusalem – Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel, mengumumkan bahwa aneksasi/pencaplokan sebagian wilayah Tepi Barat, Palestina, yang rencananya akan dimulai pada hari ini (01/07), ditunda. Hal ini disampaikan dalam pertemuan Partai Likud, Senin (29/06).

Netanyahu mengisyaratkan bahwa diskusi dengan Amerika Serikat mengenai aneksasi ini masih terus berlangsung dan belum menemukan keputusan final.

Sementara sumber lain menyebut alasan Netanyahu melakukan penundaan ini adalah keputusan mendatang dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) tentang apakah badan tersebut memiliki yurisdiksi untuk meluncurkan penyelidikan kejahatan perang terhadap Israel dan Palestina.

Di lain pihak, mitra koalisi Netanyahu dari Partai Biru Putih, yang sebelumnya merupakan lawan politik Netanyahu, Benny Gantz, menegaskan bahwa pandemi Covid 19 dan dampak ekonominya harus diprioritaskan daripada keputusan politik.

“Apapun yang tidak terkait dengan upaya memerangi virus Corona, harus ditunda,” kata Gantz.

Sebelumnya, Benny Gantz menentang keputusan Netanyahu yang ingin mencaplok sebagian Tepi Barat. Namun, Gantz menyetujui rencana itu dimajukan setelah 1 Juli jika dia dapat mengamankan dukungan mayoritas di parlemen.

Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Michelle Bachelet memperingatkan Israel agar tidak melanjutkan rencana pencaplokan itu. Dia medesak Israel untuk mendengar seruan dari berbagai negara di dunia yang menolak ambisi Israel atas Tepi Barat.

“Aneksasi itu ilegal. Titik. Pencaplokan apapun, apakah itu 30 % dari Tepi Barat atau lima persen,” kata Bachelet, Senin (29/06), seperti dilansir UN News.

“Konsekwensi dari pencaplokan itu akan sulit diprediksi. Selain akan menjadi bencana bagi Palestina, juga akan menyulitkan bagi Israel, dan memperkeruh kawasan dalam beberapa dekade ke depan,” kata Bachelet di Jenewa.

Sejak jauh hari, Palestina telah menentang kesepakatan Presiden AS, Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang berencana mencaplok sebagian Tepi Barat pada 1 Juli 2020. Palestina menyatakan membatalkan seluruh perjanjian perdamaian dan siap kembali ke jalur perlawanan fisik untuk melawan upaya Israel menguasai Tepi Barat. (WST/RS/arabnews/republika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.