Home Berita Nasional Menag: Ke Depan, Persiapan Calon Mahasiswa Indonesia di Al-Azhar Dilakukan Melalui Satu...

Menag: Ke Depan, Persiapan Calon Mahasiswa Indonesia di Al-Azhar Dilakukan Melalui Satu Pintu, Yaitu di PUSIBA

752
0
SHARE
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan sambutan dalam acara peresmian PUSIBA di Pondok Gede, Bekasi, Senin (29/7/2019)

Wasathiyyah.com, Bekasi — Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan dalam acara peresmian Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) di Jalan Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

Dalam pernyataannya, Menteri Agama memberikan sinyalemen agar kepengurusan calon mahasiswa baru Universitas Al-Azhar Kairo dilakukan oleh PUSIBA.

“Ke depan persiapan calon mahasiswa Indonesia di Al-Azhar agar dilakukan melalui satu pintu, yaitu di Pusat Bahasa ini, karena langsung berada di bawah supervisi Al-Azhar,” kata Menag dalam sambutannya, Senin (29/7/2019).

PUSIBA merupakan lembaga khusus persiapan bahasa Arab untuk calon mahasiswa Indonesia yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar di Kairo dan kota lain di Mesir.

Lembaga tersebut dibentuk oleh Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama antara OIAA-Indonesia dengan Munadzomah al-‘Alamiyyah li Khirriji Al-Azhar (OIAA Pusat) di Kairo, 26 Desember 2018. Melalui kerja sama itu, PUSIBA merupakan cabang dari Markaz Lughah (Pusat Bahasa) Al-Azhar Kairo di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, PUSIBA menjalin kerja sama penggunaan gedung asrama dan ruang belajar dengan Universitas Islam As-Syafi’iyah.

Menag menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Al-Azhar Mesir yang telah membuka cabang pusat bahasa di Indonesia untuk para calon mahasiswa baru.

“Atas nama Pemerintah saya menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Al-Azhar yang telah memberikan kepercayaan kepada Indonesia,” ujarnya.

Sesi foto usai acara peresmian PUSIBA di Pondok Gede, Bekasi

Selain itu, ia juga mengapresiasi institusi Al-Azhar di Mesir, para ulama dan alumninya yang selalu konsisten dalam mengembangkan kehidupan dan dakwah keagamaan yang moderat dan toleran di mana pun mereka berada.

“Saya ucapkan terima kasih atas perhatian Al-Azhar yang begitu sangat tinggi terhadap Indonesia. Ini tidak mengherankan mengingat hubungan antara kedua negara, terlebih dengan Al-Azhar, sudah lama terjalin erat. Meski secara geografis jauh berada di sana, tetapi Mesir dan Al-Azhar selalu berada di hati masyarakat Indonesia,” tutur Menag.

Hadir dalam peresmian itu, Deputi Grand Syaikh Al-Azhar Saleh Abbas, Wakil Rektor Universitas Al-Azhar Kairo Prof. Dr. Abou El-Amir, Penasihat Grand Syaikh Al-Azhar Abdel Dayem Nussair, Wakil Ketua World Organization of Al-Azhar Graduates (WAAG) Pusat di Kairo Usama Yassin, petinggi Markaz Lughah Al-Azhar di Kairo.

Tampak hadir juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ahmad Muqowwam, Ketua Yayasan Universitas Islam As-Syafiiyah Dailami Firdaus, Mantan Menteri Agama dan Ketua OIAA cabang Indonesia Quraish Shihab dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Amani Lubis. (WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 + 7 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.