Home Berita Nasional Hari Ini, Menag dan Deputy Grand Shaikh Al-Azhar Resmikan PUSIBA

Hari Ini, Menag dan Deputy Grand Shaikh Al-Azhar Resmikan PUSIBA

294
0
SHARE
Logo PUSIBA

Wasathiyyah.com, Bekasi — Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dan Deputy Grand Shaikh Al-Azhar Shaikh Saleh Abbas akan meresmikan Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) hari ini, Senin (29/7/2019) di Kompleks Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA), di mana PUSIBA berada di Jalan Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

Peresmian tersebut rencananya akan dihadiri berbagai elemen. Di antaranya Wakil Rektor Universitas Al-Azhar Kairo Prof Dr Ibrahim Shalah Al-Sayyid Sulaiman Al-Hudhud, Penasihat Grand Shaikh Al-Azhar Abdel Dayem Nussair, Wakil Ketua World Organization of Al-Azhar Graduates (WAAG) Pusat di Kairo Usama Yassin, petinggi Markaz Lughah Al-Azhar di Kairo. Selain itu, hadir juga sejumlah tokoh alumni Al-Azhar di Indonesia, pejabat dan pengurus Yayasan As-Syafi’iyah Jakarta, mahasiswa UIA, majelis taklim binaan As-Syafiiyah, pengurus OIAA, dan tentu saja 344 calon mahasiswa yang sedang mengikuti program berjalan.

PUSIBA merupakan lembaga khusus persiapan bahasa Arab untuk calon mahasiswa Indonesia yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar di Kairo dan kota lain di Mesir.

PUSIBA dibentuk oleh Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama antara OIAA-Indonesia dengan Munadzomah al-‘Alamiyyah li Khirriji Al-Azhar (OIAA Pusat) di Kairo, 26 Desember 2018. Melalui kerja sama itu, PUSIBA merupakan cabang dari Markaz Lughah (Pusat Bahasa) Al-Azhar Kairo di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, PUSIBA menjalin kerja sama penggunaan gedung asrama dan ruang belajar dengan Universitas Islam As-Syafi’iyah. Lokasi yang mudah dijangkau oleh camaba yang berasal dari luar Jabodetabek, tidak jauh dari tol Jakarta-Cikampek (exit Pondok Gede).

Perkuliahan perdana telah dimulai pada Jumat, (26/7/2019) lalu, bagi calon mahasiswa yang lulus di level mutawassith awwal (level 3) dan mutawassith tsani (level 4) dari tujuh level yang ada. Sedangkan camaba yang lulus di level mubtadi’ awwal (level 1) dan mubtadi’ tsani (level 2), menurut rencana akan mengikuti kuliah pada bulan Agustus 2019 mendatang. Hal ini dilakukan agar peserta yang mencapai level 3 dan 4 dapat mengikuti kuliah di Al-Azhar pada tahun berjalan 2019-2010 yang dimulai pada Desember 2019.

Seperti diketahui, untuk menentukan camaba di level berapa, PUSIBA telah melakukan tes tahdid mustawa (placement test) pada 13 Juli 2019 lalu, dengan menghadirkan enam orang penguji dan tenaga administrasi dari Pusat Bahasa Al-Azhar Kairo. Terdapat 519 camaba yang mendaftar ulang untuk mengikuti tes tahdid mustawa. Dari jumlah itu, hanya sedikit sekali yang berhalangan hadir karena berbagai alasan.

Berdasarkan pengamatan sementara, permintaan untuk mengikuti kelas bahasa di Indonesia cukup besar, antara lain karena didorong adanya tenaga pengajar langsung dari Mesir di samping guru-guru asal Indonesia yang telah dinyatakan layak dan bersertifikat untuk mengajar bahasa Arab sesuai dengan kurikulum Pusat Bahasa di Al-Azhar.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.