Home Berita Nasional Wapres: Tetangga Sekitar Harus Jadi Prioritas Utama

Wapres: Tetangga Sekitar Harus Jadi Prioritas Utama

214
0
SHARE
Wakil Presiden RI Maruf Amin

Wasathiyyah.com, Jakarta — Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada tetangga di sekitarnya yang terdampak dan rentan akan pandemi COVID-19.

“Tetangga itu seperti keluarga kita sendiri, tetangga sekitar kita itu harus menjadi prioritas utama kita. Kalau ada tetangga kita yang sampai tidak makan, maka kita menjadi berdosa dan kewajibannya bukan hanya Fardhu Kifayah tetapi Fardhu Ain,” kata Wapres Ma’ruf Amin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (28/4/2020).

Selama pandemi COVID-19, yang telah menjadi musibah global, Wapres Ma’ruf mengatakan dampaknya tidak hanya di faktor kesehatan; melainkan juga di segi ekonomi karena industri menghentikan kegiatan produksinya untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Akibatnya, banyak masyarakat menjadi rentan dan semakin miskin karena pendapatannya terhenti.

Oleh karena itu, Ma’ruf Amin meminta masyarakat dengan kecukupan dan kelebihan materi untuk membantu sesama dengan menjangkau tetangga sekitar yang kekurangan.

“Karena itu, menghilangkan kelaparan, menghilangkan kemiskinan itu menjadi tanggung jawab kita semua. Bagi mereka yang masih punya kelebihan, diharapkan untuk membantu walaupun sedikit,” katanya.

Terlebih lagi, lanjut Ketua Umum non-aktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu, masa Ramadhan menjadi wajib hukumnya bagi umat Islam untuk bersedekah dan membantu muslim lain yang membutuhkan.

“Apalagi di bulan Ramadhan ini, karena memang pahala bersedekah di bulan Ramadhan itu sangat besar sekali, berlipat ganda. Kalau yang biasa itu pahalanya 10 kali, maka di bulan Ramadhan ini berkali-kali lipat, sampai 70 kali,” jelasnya.

Wapres juga mengingatkan bahwa membantu sesama tidak boleh memandang latar belakang agama dan suku. Ma’ruf mengatakan di Al-Qur’an disebutkan bahwa menghilangkan bahaya yang menimpa orang terhormat dan maksum adalah wajib hukumnya.

“Jadi yang tertimpa bahaya itu adalah baik dia muslim maupun non-muslim. Maka untuk membantunya itu adalah Fardhu Kifayah, artinya harus ada di antara kita,” ujarnya. (WST/YN/antaranews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 + 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.