Home Berita Nasional Kapan Seleksi Calon Mahasiswa ke Timur Tengah Tahun 2020?

Kapan Seleksi Calon Mahasiswa ke Timur Tengah Tahun 2020?

2725
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Jakarta—Dari tahun ke tahun, peminat kuliah ke Timur Tengah semakin meningkat. Setiap tahun Kementerian Agama RI membuka seleksi calon mahasiswa S1 untuk kuliah di Timur Tengah untuk program beasiswa dan non beasiswa. Ada 3 negara tujuan yaitu Mesir, Sudan, dan Maroko. Kapan jadwal seleksi tersebut?

Berdasarkan pantauan Kru Portal Wasathiyyah di laman Kemenag RI, proses seleksi rencananya akan dilaksanakan pada April 2020. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kemenag Arskal Salim saat Rapat Koordinasi Bersama Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia dan Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) minggu lalu –tetapnya tanggal 22 Januari 2020—di Gedung Kemenag RI, Lapangan Banteng Jakarta.

“Insya Allah tes akan kita laksanakan bulan April 2020. Adapun detail jadwal akan diumumkan menyusul.” Kata Arskal Salim.

Arskal menerangkan bahwa quota beasiswa S1 Mesir sebanyak 160 orang yang terdistribusi dalam 4 jalur, yaitu Kemenag 20 orang, Kedutaan Mesir 30, Pondok Pesantren Gontor 80, dan sementara kuota untuk beasiswa dari Sudan dan Maroko, diperkirakan masing-masing 20 orang.

Tahun 2020, Arskal meminta seleksi tetap berbasis komputer dengan lokal koneksi. Jadwal pelaksanaan seleksi tidak serentak, tapi dengan waktu berbeda antar satuan kerja penyelenggara. Hal ini untuk memberikan kemudahan kepada peserta dalam memilih beberapa alternatif pilihan lokasi.

“Kita harus menggali seluruh potensi yang kita miliki untuk menghasilkan hasil seleksi yang berkualitas yang akan membanggakan di masa yang akan datang,” kata Asrkal seperti keterangan yang dikutip dari laman Kemenag RI.

Selain tes tulis berbasis komputer, juga proses wawancara. Melalui wawancara diharapkan dapat menggali dan memastikan calon mahasiswa baru ke Timur Tengah ini terbebas dari ekstrimisme yang menentang ideologi negara. Sebab komitmen kebangsaan harus menjadi bagian terpenting dalam proses seleksi ini sehingga para mahasiswa yang kembali ke Indonesia tetapi menjadi penjara ajaran Islam yang moderat.

Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama, Kemenag M. Adib Abdushomad mengatakan seleksi calon mahasiswa ini bertujuan untuk menyaring lulusan Madrasah Aliyah/Pondok Pesantren atau sekolah potensial untuk mengikuti studi ke negara Timur Tengah. Tujuan lainnya, mempersiapkan generasi terbaik dalam bidang ilmu keislaman dan Bahasa Arab dalam rangka melahirkan calon ilmuan yang mumpuni dan memiliki kapasitas keilmuan yang memadai.

Menurut Adib, untuk model seleksi tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Waktu pelaksanaan tidak dilakukan secara bersamaan, namun akan dilakukan dengan waktu dan soal yang berbeda di masing-masing lokasi.

“Tahun 2020, model seleksi sedikit beda. Tahun sebelumnya secara serentak, sekarang kita lakukan dengan jadwal dan soal berbeda di setiap daerah.” Ujar Adib. (WST/YNF/Kamenag)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five − 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.