Home Berita Nasional Pengungsi Rohingya Diterima, UNHCR Seru Kawasan Contoh Indonesia

Pengungsi Rohingya Diterima, UNHCR Seru Kawasan Contoh Indonesia

68
0
SHARE
Momen haru saat seorang pengungsi Rohingya memeluk personel BPBD Aceh Utara saat evakuasi pengungsi ke daratan pantai Aceh Utara, Kamis (25/06). (Gambar : AFP)

Wasathiyyah.com, Jakarta – Komosioner Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas pemberian izin kepada pengungsi Rohingya untuk berlabuh di pantai utara Aceh, setelah mereka terkatung-katung di atas kapal.

“Penyelamatan jiwa harus selalu menjadi prioritas utama. Kami memuji otoritas Indonesia yang telah mengijinkan kelompok pria, wanita dan anak yang rentan ini untuk mendapat keselamatan,” kata Ann Maymann, Kepala Perwakilan UNHCR di Indonesia, Jumat (26/06).

Pada Rabu (24/06), kepolisian Aceh mengonfirmasi bahwa para nelayan di pantai utara Aceh telah memindahkan para pengungsi Rohinya ke perahu mereka, Senin (22/06) malam. Tindakan ini diambil karena kapal para pengungsi itu sudah mengalami kerusakan.

Sebelumnya, kapal pengungsi ini sudah berupaya merapat ke daratan, namun otoritas setempat belum mengizinkan karena mempersiapkan penerapan protokol Covid 19.

Menlu RI Retno Marsudi menyatakan pada Kamis (25/06) bahwa pemerintah akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Rohingya ini.

“Berdasarkan pertimbangan kemanusiaan, kami memberikan bantuan darurat bagi mereka,” ungkap Menlu Retno. Meski tidak dirinci apa saja bantuan tersebut.

Pada hari yang sama dengan pernyataan Menlu itu, para penumpang kapal itu dievakuasi ke daratan Pantai Lancuk di Kecamatan Syamtalira Bayu.

Sebelumnya, Kemlu melaporkan bahwa jumlah pengungsi tersebut adalah 94 orang, terdiri dari 49 perempuan, 15 laki-laki, dan 30 anak-anak. Namun, berdasar data terbaru setelah dilakukan evakuasi, UNHCR mendata jumlah penumpang kapal itu 99 orang, terdiri dari 48 perempuan, 17 laki-laki dan 34 anak-anak.

“Indonesia telah beberapa kali mengambil tindakan yang patut dijadikan contoh oleh negara lain di kawasan ini, setelah memberikan bantuan kemanusiaan dan penyelamatan jiwa bagi orang-orang Rohingya di kapal Aceh pada 2015 dan 2018,” Ann menambahkan.

UNHCR menjelaskan bahwa sejak timbul pandemi Covid 19, beberapa negara menutup akses keluar masuk wilayahnya. Namun, hal itu sebenarnya dapat diatur agar para pengungsi tetap mendapatkan haknya dan protokol kesehatan tetap berjalan.

“UNHCR siap mendukung pemerintah Indonesia dalam menyediakan bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan dan cara-cara karantina yang baik selama hari-hari mendatang sesuai standar internasional dan protokol kesehatan publik,” demikian pernyataan UNHCR. (WST/RS/antara)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.