Home Berita Nasional Kemenag Terbitkan Protokol Pengurusan Jenazah Pasien Corona, Ini Rinciannya

Kemenag Terbitkan Protokol Pengurusan Jenazah Pasien Corona, Ini Rinciannya

25
0
SHARE
TPU Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur jadi tempat pemakaman khusus jenazah virus Corona.

Wasathiyyah.com, Jakarta – Demi mencegah penularan virus Corona dari jenazah pasien kepada petugas medis dan masyarakat luas, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan protokol pengurusan jenazah pasien yang terinfeksi virus Corona baru (Covid 19).

Protokol ini terdiri dari tiga bagian yaitu pengurusan jenazah, menyalatkan jenazah dan penguburan jenazah. Khusus untuk pengurusan jenazah ada empat ketentuan yang harus dijalankan.

Pertama, pengurusan jenazah harus dilakukan oleh petugas kesehatan resmi di rumah sakit yang telah ditentukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Kedua, jenazah dibalut dengan kain kafan atau bahan dari plastik yang tidak tembus air. Jenazah juga ditempatkan di dalam peti kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar.

Ketiga, jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka kembali kecuali darurat seperti untuk keperluan autopsi, dan hal inipun hanya boleh dilakukan oleh petugas. Keempat, jenazah boleh disemayamkan maksimal empat jam.

Kemudian, untuk hal menyalatkan jenazah ada tiga ketentuan yang harus dilakukan :

Pertama, shalat jenazah dilakukan di rumah sakit rujukan, atau di masjid yang sudah dilakukan pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh. Setelah shalat jenazah, tempat harus dilakukan disinfektasi.

Kedua, shalat jenazah harus segera dilakukan, maksimal empat jam sesuai batas waktu persemayaman. Ketiga, shalat jenazah dapat dilakukan meski hanya oleh satu orang.

Berikutnya proses penguburan jenazah, terdapat tiga ketentuan yang harus dijalankan. Pertama, lokasi kuburan harus berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang dipergunakan untuk minum dan berjarak 500 meter dari area pemukiman.

Kedua, kedalaman kuburan adalah 1,5 meter, kemudian ditutup dengan tanah setinggi satu meter dari permukaan tanah. Ketiga, setelah kedua prosedur itu dilakukan, barulah keluarga dapat hadir di lokasi pemakaman.

Surat edaran protokol pengurusan jenazah pasien Corona ini ditandatangani Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin pada 19 Maret 2020. (WST/RS/Republika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.