Home Berita Nasional NU Siap Jadi Mediator Soal Muslim Uighur

NU Siap Jadi Mediator Soal Muslim Uighur

252
0
SHARE
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat menerima kunjungan Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (24/12/2018). Mereka membicarakan persoalan Uighur yang menghangat belakangan ini.

Wasathiyyah.com, Jakarta — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyatakan, NU siap menjadi mediator untuk menyelesaikan persoalan antara pemerintah Cina dengan muslim Uighur di Xinjiang.

“NU memiliki jejak rekam menjadi juru damai antara dua kelompok yang berkonflik. Mulai dari konflik Pattani-pemerintah Thailand, Sunni-Syiah di Irak, hingga Taliban-pemerintah Afghanistan. Meski yang terakhir masih terus diupayakan hingga hari ini,” kata Said Aqil saat menerima kunjungan Duta Besar Cina untuk Indonesia Xiao Qian di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (24/12/2018).

Said Aqil yang ditemani beberapa pengurus PBNU dan Dubes Qian membicarakan persoalan Muslim Uighur di Xinjiang yang menjadi pemberitaan hangat belakangan ini.

PBNU berpandangan bahwa persoalan muslim Uighur di Xinjiang menjadi persoalan domestik bila berkaitan dengan separatisme dan bersifat politis.

“Siapa pun tidak bisa ikut campur,” kata Said Aqil.

Namun, lanjut dia, jika persoalannya berkaitan dengan agama Islam atau muslim Uighur itu sendiri maka itu menjadi persoalan semua umat Islam di seluruh dunia.

“NU akan ikut dan terus bersuara jika persoalan muslim Uighur-Cina adalah persoalan agama,” kata Said Aqil.

Sementara itu, Duta Besar Cina untuk Indonesia Xiao Qian menuturkan, semua masyarakat China dari berbagai suku memiliki kebebasan dalam beragama, termasuk Uighur.

Menurutnya, persoalan di Xinjiang adalah persoalan separatisme. Ada sekelompok orang yang ingin membuat Xinjiang berpisah dengan Cina, bahkan menggunakan kekerasan dan terorisme.

Menghadapi kelompok-kelompok seperti itu, kata Dubes Qian, Cina mengambil beberapa langkah kebijakan, di antaranya mengadakan program pendidikan vokasi.

Dia mengklaim program tersebut sukses karena banyak orang yang masuk program pendidikan tersebut memiliki keterampilan dan memperoleh gaji.(WST/YN/Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.