Home Berita Nasional Wamenag Apresiasi Peluncuran Buku Autobiografi Rektor UIN Jakarta

Wamenag Apresiasi Peluncuran Buku Autobiografi Rektor UIN Jakarta

130
0
SHARE
Rektor UIN Jakarta Amany Lubis (keempat, kiri)

Wasathiyyah.com, Jakarta — Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid mengapresiasi peluncuran buku autobiografi Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amany Lubis. Ia menilai, model pendekatan buku autobiografi ini sangat penting dalam proses pembelajaran untuk memotivasi para pembaca.

“Karena ini secara otentik disampaikan oleh penulis secara langsung kepada pembaca. Jadi bisa langsung dikonfirmasi dan dilihat langsung praktek nyata dari penulisnya,” ujarnya di Gedung Auditorium Harun Nasution, UIN Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Ia berharap buku ini dapat memberi insprasi bagi perempuan lain untuk terus berkarya serta tampil dalam memperkuat kualitas pendidikan. Selain itu, perempuan juga bisa menjadi duta yang nyata bagi implementasi ajaran Islam.

Wamenag mengatakan, Indonesia merupakan negara demokrasi dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Dengan kekuatan ini, Indonesia masih mampu menjaga kebhinekaan dan keragaman karena peran dari sektor pendidikan.

“Salah satu upaya memproteksi bangsa kita dari disharmonisasi adalah dengan menanamkan rasa cinta, rasa sayang kepada bangsa ini melalui instrumen penguatan pendidikan, khususnya bagi perempuan baik di rumah maupun di sektor pendidikan,” tuturnya.

Menurutnya, ada lima tantangan kekinian yang perlu menjadi perhatian bersama. “Pertama, kita hidup dalam lautan data, informasi. Namun kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang rumit di era post truth,” katanya.

Kedua, hidup saat ini banyak dibantu oleh teknologi. Namun sekaligus didegradasi oleh nilai rasa kemanusiaan. Ketiga, buramnya sumber kebenaran, hilangnya keahlian, profesionalisme dan semua menjadi rujukan, semua menjadi rujukan.

Keempat, semakin positivistik, materialistik, dan penurunan values dan keimanan manusia di era yang sekarang ini. Kelima, menempuh cara-cara yang instan dan pola pikir hitam putih. Ini tentu sangat membutuhkan sentuhan kaum perempuan untuk menanganinya. Kelembutan perempuan dapat jadi penyeimbang pada masalah-masalah yang cenderung maskulinistik.

“Karena itu, bagi saya tak ada pemberdayaan lebih kekal berkelanjutan tanpa melibatkan perempuan. Sesuai semangat hari ibu, saya ingin menekankan bahwa eksistensi perempuan dan pendidikan tidak boleh absen sari setiap upaya untuk mempersiapkan generasi unggul untuk menjaga perdamaian melalui pengajaran Islam Wasathiyah, Islam Rahmatan Lil Alamin, Islam yang cinta damai. Demi ketahanan anak bangsa di masa yang akan datang,” paparnya. (WST/YN/gomuslim.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 + fourteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.