Home Berita Nasional PBNU Himbau Masjid Serukan Pencegahan Corona dan DBD Sebelum Adzan

PBNU Himbau Masjid Serukan Pencegahan Corona dan DBD Sebelum Adzan

269
0
SHARE
DKM dihimbau memberi seruan pencegahan virus Corona dan DBD melalui pengeras suara sebelum adzan Dhuhur, Ashar, Maghrib.

Wasathiyyah.com, Jakarta – Lembaga Takmir Masjid (LTM) PBNU menyeru kepada para takmir masjid atau DKM untuk menyampaikan himbauan kepada umat tentang pencegahan virus Corona dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Seruan bersifat instruksi ini disampaikan secara resmi melalui surat edaran bernomor 105/LTM-PBNU/III/2020 tertanggal 20 April 2020, yang ditujukan kepada PW LTMNU dan PC LTMNU se-Indonesia.

Seruan ini dikeluarkan mengingat penyebaran virus Corona yang masih terjadi di Indonesia dan korbannya terus bertambah, sementara di beberapa daerah juga sudah bermunculan kasus demam berdarah.

“Kami mengintruksikan kepada PW LTM NU dan PC LTM NU se-Indonesia agar mengajak seluruh pengurus/takmir majid untuk mengingatkan kewaspadaan kepada umat melalui pengeras suara masjid/mushala lima menit sebelum azan Dhuhur, Ashar, dan Maghrib,” demikian petikan pesan dalam surat edaran tersebut.

Hingga hari ini sebanyak 6.760 orang dinyatakan positif Covid-19, 747 orang dinyatakan sembuh, sementara 590 orang dinyatakan meninggal dunia. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan protokoler keamanan pencegahan Covid-19, termasuk di DKI Jakarta yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sementara terkait angka kasus DBD, berdasarkan data Kementerian Kesehatan sejak Januari hingga 11 Maret 2020, terdapat 17.820 kasus penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) di seluruh Indonesia.

“Jumlah kasus DBD per 11 Maret 2020 tercatat sebanyak 17.820 kasus,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Siti Nadia Tarmizi saat konferensi pers di Jakarta awal Maret lalu.

Dari jumlah itu, tercatat angka kematiannya berjumlah 104 kasus. Kemenkes juga merilis sepuluh provinsi dengan angka kasus DBD tertinggi. Berturut-turut kesepuluh provinsi tersebut adalah Lampung (3.423 kasus), NTT (2.711 kasus), Jawa Timur (1.761 kasus), Jawa Barat (1.420 kasus), Jambi (703 kasus), Jawa Tengah (648 kasus), Riau (602 kasus), Sumatera Selatan (593 kasus), DKI Jakarta (583 kasus), dan NTB (558 kasus). (WST/RS/nuonline)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 + 20 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.