Home Berita Nasional Bertemu Penasihat Presiden Mesir, Waketum DMI Ungkap Pesan Grand Syaikh Al-Azhar

Bertemu Penasihat Presiden Mesir, Waketum DMI Ungkap Pesan Grand Syaikh Al-Azhar

214
0
SHARE
MenPANRB sekaligus Waketum DMI Syafruddin bertemu Penasihat Presiden Mesir, Syaikh Usamah Azhari di kantor KemenPANRB, Jakarta, Rabu (18/9/2019)

Jakarta — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sekaligus Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (Waketum DMI) menerima kunjungan Penasihat Presiden Mesir Syaikh Usamah Azhari dan Duta Besar Mesir HE. Amru Muawwadh, di Kantor Kementerian PANRB, Rabu (18/9/2019).

Dalam kesempatan itu, Syafruddin sempat mengungkapkan pesan Grand Syaikh al-Azhar, Ahmad Muhammad ath-Thayyib kepada dirinya saat bertemu di Kairo, Mesir tahun lalu. Grand Syaikh memintanya untuk terus menjaga masjid-masjid yang ada di Indonesia agar tidak dimanfaatkan oleh gerakan radikal.

“Ada kekhawatiran dari Grand Sheikh jika masjid di Indonesia yang berjumlah sekitar 800 masjid akan dimanfaatkan oleh aliran garis keras,” ucap dia di hadapan Syaikh Usamah Azhari, dikutip dari laman resmi menpan.go.id, Kamis (19/9/2019).

Selain itu, lanjut Syafruddin, Grand Syaikh juga berpesan agar Indonesia membangun pendidikan Islam, sehingga mampu mencetak ulama yang memiliki wawasan Islam yang baik.

Terkait hal tersebut, mantan Wakapolri itu mengatakan, Indonesia sedang membangun Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Rencananya pada bulan Oktober mendatang akan diadakan forum diskusi internasional yang akan dihadiri oleh seluruh Rektor Universitas Islam dari berbagai negara.

“Kami akan mengundang rektor Universitas Islam dari berbagai dunia untuk memperkenalkan Universitas Islam Internasional Indonesia. Kami juga mengundang Rektor Al Azhar Mesir untuk menjadi keynote speaker dalam forum tersebut,” ungkap Syafruddin.

Ia mengutarakan, nantinya UIII akan menjadikan Universitas Al-Azhar sebagai salah satu referensi dalam metode pembelajaran dan kurikulum pendidikan. Direncanakan pada tahun 2020, UIII sudah memulai aktivitas perkuliahan dan menerima mahasiswa baru.

“Saat ini pembangunannya sudah berjalan, Insya Allah tahun depan kami mulai menerima mahasiswa baru,” paparnya.

Syafruddin juga mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintahan dan seluruh rakyat Mesir yang telah memperlakukan dengan baik para pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Kairo.

Mendengar penjelasan Syafruddin, Syaikh Usamah mengatakan pemerintah Mesir akan memberikan dukungan terkait pembangunan UIII di Indonesia.

“Tentu ini kabar yang sangat menggembirakan, kami sangat bangga pemerintah Mesir akan support agar universitas ini dapat segera terwujud. Kami akan bantu mulai dari pengiriman tenaga pendidik, kurikulum hingga buku,” ujarnya.

Usamah juga memastikan pejabat tinggi Universitas Al Azhar akan datang ke Indonesia pada bulan Oktober mendatang. Ia juga menyatakan memberikan perhatian khusus kepada seluruh pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Mesir.

“Para pelajar Indonesia memiliki tempat istimewa di hati saya. Saya berusaha untuk selalu memenuhi setiap undangan dari para mahasiswa Indonesia,” kata Usamah.

Ia menjelaskan, Mesir dan Indonesia menghadapi permasalahan yang sama terkait gerakan radikal. Salah satu cara paling efektif untuk menghadapinya dengan menghasilkan ulama yang mumpuni.

“Ulama mumpuni memiliki pengetahuan agama yang benar. Karena esensi Syariat Islam adalah untuk menjaga kehidupan dan tujuan Syariat Islam adalah menjaga tanah air,” tegas Usamah.

Menurut dia, ulama yang mumpuni akan mengerti pentingnya menjaga stabilitas negara. Sehingga dapat terus membangun dan menjaga peradaban Islam.

“Para ulama yang memiliki ilmu Islam yang mumpuni ini yang akan membersihkan aliram-aliran keras di masyarakat sehingga dapat terhindar dari perpecahan,” jelas Usamah.

Usamah menerangkan setidaknya terdapat lima hal agar seseorang dapat disebut ulama yang baik yaitu menghormati alam raya, memuliakan manusia, menghormati tanah air, menambah keimanan, dan memajukan pembangunan.

“Lebih dari seribu tahun Al Azhar mengajarkan pencerahan ini kepada seluruh ulama dan ketika mereka kembali ke negaranya, para ulama ini akan menularkan pencerahan ini ditengah masyarakat untuk meredam kekerasan,” harap Usamah.

Pertemuan dalam suasana penuh kehangatan ini diakhiri dengan tukar menukar cendera mata. Usamah memberikan buku ensiklopedia ulama-ulama besar Al Azhar kepada Menteri Syafruddin. (WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 + 20 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.