Home Berita Nasional TGB Cerita Keterpurukan Yugoslavia dan Suriah di Hadapan Mahasiswa USU

TGB Cerita Keterpurukan Yugoslavia dan Suriah di Hadapan Mahasiswa USU

304
0
SHARE
Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang

Wasathiyyah.com, Medan — Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) cabang Indonesia Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menceritakan keterpurukan Yugoslavia hingga Suriah lantaran tata kelola negaranya. Hal itu ia sampaikan dalam forum kuliah umum di Universitas Sumatera Utara (USU), Kota Medan, Senin (18/2/2019).

TGB dalam paparannya meminta mahasiswa USU terus menjaga nilai-nilai Pancasila agar tidak terpecah seperti Yugoslavia ataupun berada dalam konflik perang seperti Suriah.

Di era awal kemerdekaan Indonesia, Yugoslavia merupakan salah satu negara besar di dunia. Namun karena tata kelola negara kurang tepat, Yugoslavia akhirnya terpecah belah.

“Dulu negara itu begitu besar, namun karena tidak mampu mengelola keragaman yang ada di tengah-tengah mereka, sekarang sudah terpecah menjadi negara-negara kecil,” kata TGB.

Baca juga:

TGB: Bersihkan Ruang Publik dari Hoaks
TGB Bantah Pendapat Rocky Gerung “Kitab Suci Itu Fiksi”
TGB Tak Setuju Anggapan Menjalankan Ibadah di Indonesia Sulit

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu juga bercerita bahwa saat kuliah di Mesir pernah menyinggahi Suriah. Saat itu, ia menilai, Suriah merupakan negara Islam dengan keindahan luar bisa.

“Tapi mari adik, kita lihat berita tentang Suriah saat ini. Berjuta-juta anak anak di negeri itu terpaksa menyeberangi laut untuk mengungsi akibat peperangan. Puluhan ribu masyrakatnya meninggal karena konflik yang tidak kunjung selesai,” kata TGB.

Untuk itu, TGB mengingatkan agar masyarakat mensyukuri nikmat persatuan sebagai bangsa Indonesia.

“Saya dari Lombok, menikah dengan orang dari Sumatera Utara, lalu pada saat ini bisa berdiri di depan Anda, dengan rasa persaudaraan yang sama, ketika saya berdiri dengan saudara-saudara yang satu suku yaitu orang NTB. Itu karena nikmat persatuan kita sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

Kuliah umum di USU ini dihadiri Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Acara bertemakan wawasan kebangsaan, kedaulatan pangan, maritim, dan daya saing bangsa dalam era Revolusi 4.0.(WST/YN/Kumparan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − eleven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.