Home Berita Nasional Jika Haji Batal Lantaran Covid-19, Jemaah Dapat Ambil Kembali Setoran Lunas

Jika Haji Batal Lantaran Covid-19, Jemaah Dapat Ambil Kembali Setoran Lunas

289
0
SHARE
Ilustrasi

Wasathiyyah.com, Jakarta — Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR membahas skenario penyelenggaraan haji di tengah pandemi global COVID-19. Ada tiga skema yang muncul, yakni haji terus berjalan, berjalan dengan pembatasan kuota, dan batal.

Sampai 16 April 2020, sebanyak 79,31 persen calon jemaah haji reguler dan 69,13 persen jemaah haji khusus yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Lalu bagaimana jika ternyata haji batal?

Kemenag dan Komisi VIII DPR bersepakat setoran lunas calon jemaah haji reguler dapat dikembalikan. Sementara calon jemaah haji khusus bisa mengajukan pengembalian setoran lunas melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) tempatnya mendaftar.

“Terhadap jemaah yang menarik kembali setoran lunasnya, yang bersangkutan akan menjadi jemaah berhak lunas pada tahun berikutnya,” demikian kutipan salah satu butir kesimpulan rapat dengar pendapat pada Rabu (15/4/2020).

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Nizar, mengaku sudah menyiapkan skenario pengembalian dana pelunasan jemaah jika haji 2020 dibatalkan. Namun, Nizar menggarisbawahi bahwa yang dikembalikan hanyalah biaya pelunasannya, bukan dana setoran awalnya. Kecuali, kata dia, calon jemaah berniat membatalkan rencananya beribadah haji.

Nizar mengatakan untuk haji reguler ada dua opsi yang disiapkan. Pertama, dana dikembalikan kepada jemaah yang mengajukan ke Kankemenag kabupaten/kota.

Pengajuan pengembalian biaya pelunasan itu selanjutnya akan dimasukkan ke Siskohat. Selanjutnya, Subdit Pendaftaran verifikasi pengajuan dan menyetujui pengembalian biaya pelunasan. Pengembalian dana nantinya akan ditransfer ke rekening calon jemaah yang bersangkutan.

“Status di Siskohat bagi jemaah yang mengajukan pengembalian menjadi belum lunas. Tahun depan, harus kembali melunasi setelah Bipih ditetapkan,” jelas Nizar dalam siaran persnya, Jumat (17/4).

Dalam opsi pertama ini, calon jemaah yang tidak menarik biaya pelunasan tidak perlu membayar lagi tahun depan, jika tidak ada selisih.

Sementara, opsi kedua, Kemenag akan mengembalikan biaya pelunasan kepada semua calon jemaah haji. Ditjen PHU akan langsung mengajukan pengembalian biaya pelunasan semua calon jemaah ke BPKH dan mengubah status jemaah di Siskohat menjadi belum lunas.

“Berdasarkan pengajuan Ditjen PHU, BPKH melakukan pengembalian biaya pelunasan ke rekening jemaah,” tutur Nizar.

Sedangkan, untuk haji khusus, Nizar mengatakan Ditjen PHU cenderung pada opsi pertama. Yakni dengan cara calon jemaah mengajukan pengembalian biaya pelunasan.

Calon jemaah haji khusus nantinya membuat surat ke PIHK dengan menyertakan nomor rekening. PIHK selanjutnya membuat surat pengantar pengajuan pengembalian Bipih pelunasan ke Kemenag.

“BPKH kemudian yang mentransfer ke rekening jemaah,” tegasnya. (WST/YN/kumparan.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twelve − 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.