Home Berita Nasional Kerjasama DMI dan Al-Azhar, Masjid sebagai Pusat Wasathiyyat Islam

Kerjasama DMI dan Al-Azhar, Masjid sebagai Pusat Wasathiyyat Islam

342
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Cairo–Wakil Ketua Umum DMI yang juga Wakapolri Komjen Pol Syafruddin dan delegasi berkunjung ke Mesir dalam rangka menjalin kerjasama dengan Al-Azhar, 12-14 Mei 2018.

Pimpinan Pondok Modern Tazakka Kiai Anizar Masyhadi menyampaikan bahwa Kunjungan Waketum DMI/Wakapolri ini adalah respon balik ketika GSA berkunjung ke kediaman Wapres Jusuf Kalla, dimana disepakati bersama bagaimana ke depan saling sinergi dalam membangun Islam yang wasathy dan rahmatan lil alamin.

Pertemuan Wakil Ketua Umum DMI dengan Rektor Univ. Al-Azhar Prof. Dr. Muh Husein Al-Mahrosowi sangat strategis.

Waketum DMI menyampaikan pandangan-pandangannya tentang Indonesia adalah negara besar berpenduduk Muslim terbesar di dunia, dimana jumlah masjid lebih dari 800 ribu tersebar di seluruh Indonesia.

“DMI berharap agar semua masjid di Indonesia menampilkan wajah Islam yang wasathy, mengajarkan nilai-nilai akhlaqul karimah, kebaikan dan mendidik generasi masa depan untuk berpikiran bagaimana memakmurkan masjid dan dimakmurkan oleh masjid.” Kata Syafruddin kepada tazakka.media.center dan kemudian dikutip Portal Wasathiyyah.com

Dalam pembukaan sambutannya, Rektor Al-Azhar ikut berbela sungkawa atas kejadian aksi terorisme yang terjadi di Indonesia.

Rektor menyampaikan kesiapannya untuk bekerjasama dalam membina SDM Indonesia khususnya mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Univ. Al-Azhar Mesir ataupun yang akan kembali ke tanah air, dengan memberikan pembekalan-pembekalan intensif tentang wasathiyyat al-Islam dan berbagai hal tantangan masa depan.

“Wasathiyah dan Al-Azhar tidak bisa dipisahkan. Sebab Wasathiyah adalah ruh Al-Azhar.” Kata rektor Al-Azhar.

Beliau menekankan bahwa orang Islam harus menghormati keyakinan orang lain, tanpa harus mengimani keyakinannya.

Sementara dalam pertemuan Waketum DMI Komjen Syafruddin dengan Grand Syaikh Al-Azhar (GSA), Syaikh menyampaikan kesan sangat positif atas bangsa Indoneaia, menurutnya perkembangan Islam di Indonesia adalah menempuh jalan wasathy (moderat), GSA sangat berterima kasih dalam kunjungan yang lalu (Mei 2018) diterima dengan baik oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Di sisi lain, GSA mengingatkan kepada Indonesia akan munculnya paham Islam yang keliru, yang dapat berpotensi merusak citra Islam sendiri dan memecah belah umat Islam di indonesia.

GSA mendukung DMI dalam menjaga Islam yang wasathiyyah di Indonesia, dengan pendekatan dua program yang ditawarkan dari dana Al- Azhar, yaitu; pertama, training/pelatihan untuk para imam, khotib dan ustadz dengan pola utusan Al-Azhar datang ke Indonesia ataupun sebaliknya, dan kedua, pembekalan Human Resource Development bagi mahasiswa asal Indonesia tentang nilai-nilai Islam yang wasathy dan rahmatan lil alamin

GSA Al-Azhar juga menyatakan kesiapannya bekerjasama dengan DMI dalam rangka menjadikan masjid sebagai pusat penyebaran Wasathiyyat Islam/Islam yang moderat, menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan hidup saling menghormati. (YNF/WST)

SHARE
Previous articleBlow On
Next articleQuo Vadis Politik Sekuler?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen − 16 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.