Home Berita Nasional Syekh Ali Jaber Alami Penusukan Saat Ceramah, Pemerintah Bersuara

Syekh Ali Jaber Alami Penusukan Saat Ceramah, Pemerintah Bersuara

74
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Bandar Lampung – Pendakwah kondang Syekh Mohammed Ali Jaber ditusuk seorang pemuda saat berceramah di Masjid Falahuddin, kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung pada Minggu petang (13/9).

Akibat penusukan itu Syekh Ali terluka di bagian lengan kanan atas dan segera dilarikan ke puskesmas terdekat yaitu puskesmas Gedong Air untuk dilakukan jahitan pada lukanya.

Pelaku penusukan bisa langsung diamankan di lokasi kejadian oleh jamaah. Diketahui pelaku bernama Alpin Andria bin M Rudi, usia 24 tahun. Kabid Humas Polda Lampung Komisaris Besar Polisi Zahwani Pandra Arsyad, menyebutkan pihaknya segera melakukan investigasi guna mengetahui motif pelaku penyerangan ini.

“Pelaku tinggal tidak jauh dari lokasi tempat kejadian perkara,” ungkap Pandra.

“Karena hal ini adalah menyangkut tindakan hukum tindakan pidana yang dilakukan oleh objek hukum dan subjek hukumnya, tentu ada tersangka ada korban ada barang bukti ada saksi saksi itu dilengkapi semua,” sambungnya.

Peristiwa penusukan terhadap Syekh Ali Jaber ini sontak mendapat sorotan dan kecaman publik. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemanan, Mahfud MD, meminta kepada aparat hukum di Lampung untuk mengusut tuntas kasus ini. Mahfud menegaskan bahwa pelaku merupakan musuh kedamaian dan perusak persatuan.

Mafhud menjelaskan bahwa Syekh Ali Jaber selama ini sangat besar perannya membantu pemerintah dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dalam kerangka Islam sebagai rahmatan lilalamin.

Mahfud menambahkan bahwa selama ini Syekh Ali Jaber sangat aktif menghimbau masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam menghadapi Covid 19.

“Syekh Ali Jaber adalah ulama yang aktif membantu pemerintah yang bahkan pernah berceramah dan berbuka puasa bersama Presiden Joko Widodo, Presiden SBY, dan pimpinan lembaga negara lainnya,” ungkap Mahfud.

“Pemerintah menjamin kebebasan ulama untuk terus berdakwah amar makruf nahi munkar dan saya menginstruksikan agar semua aparat menjamin keamanan kepada para ulama yang berdakwah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan di era Covid-19,” pungkasnya.

Kecaman juga datang dari PP Muhammadiyah. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengatakan dengan tegas bahwa penusukan tersebut merupakan perbuatan jahiliyah.

Mu’ti meminta pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini secara adil dan transparan. Ia juga menghimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi atas kasus ini, serta memberikan kesempatan kepada kepolisian untuk melaksanakan tugasnya.

Peristiwa berawal saat Syekh Ali Jaber baru saja meminta seorang anak untuk maju ke atas panggung. “Acara baru awal, saya panggil anak 9 tahun untuk tes bacaannya karena itu acara wisuda hafalan Alquran, ketika selesai keluarga minta foto. Saat itu, ada seseorang pemuda lari ke atas panggung,” ujar Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber menceritakan saat itu dirinya sempat menangkis tusukan pemuda tidak dikenal itu. “Alhamdulillah, saya sempat melihat, kalau tidak mungkin tusukan bisa kena leher atau dada saya,” katanya.

Saudara laki-laki dari Syekh Ali Jaber, yaitu Syekh Mohammad Jaber berharap semua pihak belajar dari kejadian ini untuk mengantisipasi kemungkinan tindak kekerasan yang bisa menimpa pada ulama di saat acara tabligh akbar atau sejenisnya.

“Saya mengimbau kepada jamaah khususnya pengurus, panitia agar menjaga ulama saat tausiyah dari orang-orang yang ingin menyakiti ulama,” kata Syekh Muhammad Jaber. (WST/RS/republika)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 + 11 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.