Home Berita Nasional Pesan TGB, Sambut Ramadhan dengan Aman dan Damai

Pesan TGB, Sambut Ramadhan dengan Aman dan Damai

368
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Lombok–Tuan Guru Bajang (TGB), Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA., mengisi acara Damai Indonesiaku, hari ini, Ahad (13/05/2018), di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center NTB.

Acara yang disiarkan langsung oleh tvOne itu, terselenggara atas kerjasama antara Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Bank NTB, dan PT Daerah Maju Bersaing (DMB).

Di hadapan 1.300-an jama’ah, doktor alumni Universitas Al Azhar Mesir itu menyampaikan pesan Ramadhan dalam empat sesi.

Di sesi pertama, TGB menegaskan bahwa kehadiran Ramadhan untuk menyucikan diri dari berbagai dosa.

“Allah siapkan satu bulan dalam satu tahun untuk kita menyucikan diri, bulan itu adalah bulan suci Ramadhan.” Kata ulama yang menjadi gubernur NTB selama dua periode tersebut.

Kemudian di sesi kedua, ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia itu, menceritakan ketika menghadapi bulan suci ramadhan, para sahabat Nabi Muhammad SAW berdoa kepada Allah agar diberi keamanan dan keselamatan.

Maka penerima “Top 10 Most Outstanding People 2018” itu, sangat menyayangkan, ketika beberapa hari lagi kaum muslimin melaksanakan ibadah shaum Ramadhan, justru terjadi pengeboman di Surabaya.

“Kejadian ini, bukan hanya melukai korban dan keluarganya saja, melainkan juga melukai kaum muslimin.”ujar cucu pahlawan nasional, TGKH. Muhammad Zainul Abdul Majid.

Di sesi ketiga, dalam menghadapi Ramadhan, kata TGB, selain mempelajari ilmu Ramadhan, juga harus melakukan dua hal: pertama, menghadirkan niat baik dan kedua, saling memaafkan antara satu sama lainnya.

Dan di sesi terakhir, TGB menerangkan bahwa setiap perintah dalam Islam memiliki dua dimensi: ukhrawi dan duniawi.

Begitu juga dengan puasa Ramadhan, memiliki dimensi ukhrawi berupa pahala dan ridho Allah, dan dimensi duniawi yaitu untuk menjadi manusia berkarakter baik.

“Ulama menjelaskan, bahwa shaum tidak hanya mendapatkan pahala, melainkan untuk melahirkan manusia berkarakter baik.” Ungkapnya.

Di closing statementnya, ‘Ustadz Gubernur’ mengajak kepada siapa saja untuk meramadhankan diri, keluarga, bangsa dan umat dengan cara membiasakan berbuat baik dan menahan diri dari perbuatan destruktif.

“Mari kita membiasakan berbuat baik dan menahan diri dari perbuatan destruktif.” Ajak TGB.

Acara Damai Indonesiaku itu diakhiri dengan doa yang disampaikan oleh KH. Zaidi Abbad. (YNF/WST)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 − 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.