Home Berita Nasional Jalin Hubungan dengan Para Ulama, Menag Bertemu PWNU Jawa Timur

Jalin Hubungan dengan Para Ulama, Menag Bertemu PWNU Jawa Timur

332
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Surabaya – Setelah pertemuan dengan jemaat Kristiani di Gereja Sakramen Mahakudus, hari ini (Kamis, 13/2) Menteri Agama Fachrul Razi  berkunjung ke Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Pertemuan yang dijadwal pada pukul 15.00 WIB, mundur menjadi pukul 17.15 WIB. Menag yang telah ditunggu para kiai sejak siang, disambut dengan gembira oleh jajaran pengurus, meskipun Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Agoes Ali Masyhuri, undur diri terlebih dahulu, karena ada kegiatan.

Tampak hadir menyambut  Menag Fachrul Razi, antara lain, Waki Rais Syuriah KH Anwar Iskandar, KH Abdurrahman Navis, Katib Syuriah KH Syafruddin Syarif, KH Ali Maschan Moesa.

Tak ketinggalan, Ketua PWNU KH Marzuki Mustama pun langsung menyambut, didamping Sekretaris PWNU Prof Akh Muzakki. Selain itu, ada juga jajaran pengurus lainnya, seperti H M Koderi, H Rasidi, H Hasan Ubaidillah, dan H Ahsanul Haq.

Dalam pertemuan ini, Fachrul Razi mengungkapkan bahwa pemerintah senantiasa menjalin hubungan dengan para ulama dan tokoh agama di Indonesia. Hal itu dimaksudkan dalam menjaga toleransi. Sehingga, kehidupan keberagamaan di negeri ini berjalan dengan damai dan masing-masing umat beragama bisa menjalankan agamanya dengan damai.

“Kita tahu, ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) ini telah berdiri sejak zaman Belanda dan tetap eksis hingga sekarnag. Karena itu, kami belajar dari para ulama dan kiai-kiai pesantren guna menjaga kehidupan beragama yang penuh toleransi di negara kita,” kata Fachrul Razi.

Lebih lanjut, Fachrul Razi mengingatkan pentingnya bersama-sama tokoh masyarakat dan umat Islam untuk menjaga keharmonisan dalam masyarakat. Peran dari tokoh agama akan mampu menjaga keteduhan dana iklam keberagamaan di Indonesia.

“Dengan begitu, kita bisa mengeliminasi adanya intoleransi di masyarakat,” tuturnya.

Menag mengakui, di sejumlah memang terjadi sikap intoleransi. Namun, hal itu bisa segera bersama diatasi.

Sedangkan dari pihak PWNU, KH Anwar Iskandar mengatakan bahwa Menag mencoba untuk menjalin silaturahmi dengan kiai-kiai pesantren. Hal itu dimaksudkan untuk saling kerja sama dalam menjaga kerukunan.

“Kami mengingatkan, pentingnya mubaligh-mubaligh di sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan agar lebih selektif. Yakni, mubaligh yang mampu mengedepankan akhlak dalam berdakwah. Sehingga, nilai-nilai toleransi tetap terpelihara di kalangan anak-anak sekolah dan santri-santri kita,” tutur KH Anwar Iskandar. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.