Home Berita Nasional Din Syamsuddin : Pancasila akan Rusak Tanpa Agama

Din Syamsuddin : Pancasila akan Rusak Tanpa Agama

75
0
SHARE
Din: Pancasila akan Rusak tanpa Agama. Foto: Mendagri Tito Karnavian memberikan paparan didampingi Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin dalam Rapat Pleno ke-49 Dewan Pertimbangan MUI di Jakarta, Rabu (12/2).

Wasathiyyah.com, Jakarta – Wacana menghadapkan Pancasila dengan agama seperti tiada habisnya. Baru-baru ini jagad maya diramaikan dengan komentar salah satu rektor universitas di Indonesia terkait relasi Pancasila dan agama.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Din Syamsuddin menegaskan bahwa hubungan Pancasila dengan agama sudah selesai. Keduanya bukan untuk dihadap-hadapkan, karena sumber Pancasila adalah dari agama dan budaya bangsa. Pancasila akan rusak tanpa agama.

Din mengatakan, hubungan agama dan Pancasila jangan diungkit-ungkit apalagi dalam nada yang keliru. Dia juga menyampaikan, sebanyak 450 tokoh dan pemuka agama-agama di Indonesia pada 2018 telah memutuskan sikap dan pandangan tentang NKRI yang berdasarkan Pancasila.

“Pemuka agama di Indonesia meneguhkan kesepakatan para pendiri bangsa bahwa negara NKRI yang berlandaskan Pancasila adalah bentuk terbaik dan final bagi Indonesia karenanya harus dipertahankan keutuhannya,” kata Din kepada Republika di Gedung MUI, Rabu (12/2).

Ia menyampaikan, pemuka agama-agama di Indonesia meyakini bahwa Pancasila yang menjadi dasar NKRI merupakan kenyataan historis, sosiologis, antropologis dan pengakuan teologis serta kristalisasi nilai-nilai agama. Jadi para tokoh agama memandang dekat sekali hubungan agama dengan Pancasila.

Din berpendapat, Pancasila tidak boleh meninggalkan agama karena bersumber dari agama dan budaya bangsa. Pancasila akan tegak dengan agama, tanpa agama maka Pancasila akan rusak. “Dengan agama, Pancasila akan kuat, tanpa agama saya tidak tahu Pancasila akan menjadi apa,” ujarnya.

Ia menambahkan, wawasan agama yang wasathiyah atau jalan tengah harus dikembangkan. Wawasan agama yang wasathiyah ini juga menjadi tanggung jawab pemerintah untuk dikembangkan. Supaya agama dan Pancasila dapat menjadi bagian dari kesadaran kebangsaan. (WST/RS/republika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 + 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.