Home Berita Nasional Ini Dua Agenda Besar Ijtimak Ulama Alquran di Bandung

Ini Dua Agenda Besar Ijtimak Ulama Alquran di Bandung

246
0
SHARE
Ijtimak Ulama Alquran di Bandung, Senin (8/7/2019)

Wasathiyyah.com, Bandung — Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Kementerian Agama saat ini tengah menggelar kegiatan Ijtimak Ulama Alquran Nasional dalam rangka menyempurnakan revisi terjemahan Alquran yang dilakukan sejak 2016 lalu. Kegiatan ini diikuti seratusan lebih peserta yang terdiri dari para ulama, pakar Alquran, dan ahli bahasa.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi wasathiyyah.com, ada dua agenda besar akan dibahas dalam kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, tepatnya pada 8-10 Juli 2019 itu.

Pertama, seminar penerjemahan Alquran. Forum ini akan mendiskusikan kajian seputar penerjemahan Alquran dan hal-hal yang terkait dengan upaya penerjemahan Alquran.

Agenda kedua yakni pembahasan terjemahan Alquran, khususnya mulai dari juz 21 hingga juz 30. Sementara, juz 1 sampai 20 telah diuji tashih pada Mukernas Ulama Alquran 2018 lalu dan telah dibahas sejak 2016 silam.

Setelah selesai dibahas dan revisi, Kemenag nantinya akan meluncurkan dan mencetaknya secara massal untuk masyarakat. Dirjen Bimas Islam Kemenag, Muhammadiyah Amin mengatakan, penerbitan revisi terjemahan Alquran terbaru itu rencananya akan dilakukan pada 2020.

Sejumlah tokoh dan pakar Alquran tampak hadir dalam acara itu. Di antaranya Prof. Yunahar Ilyas, TGB M Zainul Majdi, Prof Atho Mudzhar, Prof Sayyid Aqil Husein al-Munawwar, Dr KH Ahsin Sakho Muhammad, serta banyak guru besar, ulama, akademisi, dan cerdik-cendekia lainnya.

Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) Muchlis M Hanafi mengatakan, edisi penyempurnaan ini nantinya akan menggantikan edisi yang lama. Sehingga siapapun ingin menerbitkan terjemahan Alquran hasil ijtimak ulama itu menjadi rujukan.

“Edisi Penyempurnaan ini nantinya akan menggantikan edisi yang lama (2002) dalam penerbitan terjemahan oleh siapa pun yang akan menerbitkan,” katanya.

Ia menyampaikan, alasan terjemahan disempurnakan ini dilakukan sebagai respons atas bahasa Indonesia dan juga realitas masyarakat terus berkembang.

“Aspek yang disempurnakan adalah redaksional bahasa, konsistensi pilihan kata dan makna, substansi pemaknaan,” katanya.

Uji sahih terjemahan Alquran pada 10 juz terakhir ini ditargetkan rampung Agustus mendatang. Sedangkan penyempurnaan terjemahan Alquran pada juz 1 sampai juz 20 telah disepakati itjimak ulama dengan uji sahih tahun 2018. Aspek yang diuji meliputi bahasa, aspek konsistensi, aspek substansi dan aspek transliterasi. (WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 + 18 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.