Home Berita Nasional Stafsus Menag Gus Ubaid, 4 Kebijakan Menag Luput dari Perhatian Publik.

Stafsus Menag Gus Ubaid, 4 Kebijakan Menag Luput dari Perhatian Publik.

1002
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Jakarta — Setelah 100 hari dari pengumuman Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu, beberapa kementerian pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan sorotan, termasuk Kementerian Agama. Staf khusus Menteri Agama Fachrul Razi Bidang Hubungan Antar Organisasi Kemasyarakatan Sosial dan Komunikasi Publik, Ubaidillah Amin, angkat bicara terkait isu-isu yang beredar di media massa.

Menurut Gus Ubaid, panggilan akrab Ubaidillah Amin, ada informasi yang tidak utuh dari pemberitaan tersebut. Stafsus alumnus Al-Azhar Mesir ini, mengatakan bahwa hal tersebut, wujud cinta dan pengawalan atas kerja Menteri Agama agar bekerja lebih baik.

“Menag saat ini paling mendapat banyak sorotan, padahal banyak pemberitaan yang saya pantau tidak utuh dari apa yang menag katakan, tapi saya menyikapi hal itu sebagai sebuah wujud cinta teman-teman media dan masyarakat untuk membantu mengawal Menag terus bekerja lebih baik  dalam menahkodai Kemenag sesuai dengan visi-misi presiden Jokowi.” Kata Gus Ubaid hari ini (Ahad, 9/2) di kantor Kemenag Lapangan Banteng Lantai 2.

Menurut penuturan Gus Ubaid, dia bersuara bukan untuk mengklarifikasi pemberitaan Menteri Agama yang dinilai kontroversi beberapa bulan ini. Sebab, menurutnya, sudah jelas. Tapi dia mencoba memaparkan 4 kebijakan Menteri Agama yang menurutnya sudah dimuat oleh beberapa media, namun luput dari perhatian publik.

Pertama, tentang toleransi beragama. Hal ini merupakan visi-misi presiden Jokowi, kata Gus Ubaid. Dia menegaskan Menteri Agama Jenderal Fachrul Razi mencotohkan langsung dengan mengajak semua jajaran Kementerian Agama, baik itu di tingkat Pusat maupun Daerah hadir dalam beberapa perayaan agama yang diakui di indonesia.

Dalam beberapa kasus intoleransi Menteri Agama mencoba menyelesaikannya dengan soft, akan tetapi publik terkadang tidak sabar kemudian menerima informasi yang salah dari pihak-pihak yang tidak bertanggung -jawab , ingin memanfaatkan kondisi tersebut dan menjustifikasi Menteri Agama lamban dan tidak segera menyelesaikannya.

Kedua, isu “hengky pengki” dalam penempatan jabatan, project pengadaan, dan lain-lain. Gus Ubaid mengatakan bahwa sudah berusaha mengubah hal ini, walaupun belum keseluruhan.

“Dalam sambutan Menag pada acara penandatanganan mega project SBSN pembangunan 6 Universitas Islam Negeri, dikenal proyek 6 in One, yang juga dihadiri oleh rekanan pemenangannya, beliau berkata,  ‘saya menitipkan kepada para pemenang tender ini,bahwa proyek ini dimenangkan oleh perusahaan saudara, bukan karena jasa saya (red-menteri agama), bukan pula jasa Wamenag, sekjend kemenag, dirjend Pendis (Pendidikan Islam), direktur Perguruan Tinggi Islam, rektor dan lain-lain. Perusahaan saudara menang tender, karena memang layak dan dinilai yang bisa menyelesaikan pembangunan proyek ini sesuai dengan spesifikasi dan lain-lain. Kalau saudara main-main di proyek ini, saya sendiri yang akan melaporkannya ke Polisi, kejaksaan  ataupun KPK’”.

Gus Ubaid, melanjutkan hal yang ketiga, tentang haji. Terkait haji saat ini Menteri Agama memberikan percepatan khusus untuk lansia (di atas umur 65 tahun) agar didahulukan dalam pemberangkatan hajinya sebanyak 1% dari quota Haji.

Di samping itu, Menteri Agama akan melakukan penyaringan petugas pendamping haji, supaya petugas haji yang ikut mengawal jamaah Indonesia selama ibadah haji bebas dari paham-paham radikalisme. Sebab, kata Gus Ubaid, Menteri Agama mendapatkan laporan dari internal ataupun external Kemenag, bahwa ada beberapa petugas haji yang mendoktrin jamaah paham-paham radikalisme ketika melakukan pendampingan. Bahkan Menag menambahkan, kata Gus Ubaid, akan memulangkan dan memenjarakan petugas haji yang mempengaruhi jamaah haji Indonesia dengan paham-paham radikalisme.

“Untuk  urusan catering dan pemodokan haji, Kemenag meminta jajaran direktorat haji, agar benar-benar memberikan pelayanan yang terbaik dan lebih baik lagi kepada jamaah yang sedang mengerjakan Ibadah supaya tidak terganggu dengan urusan yang bersifat teknis.” Ujar Gus Ubaid.

Terakhir, keempat, tentang Undang-undang Pondok Pesantren. Gus Ubaid menerangkan bahwa Menteri Agama secara khusus menyampaikan agar jajaran direktorat pesantren mengajak serta pihak-pihak pesantren tradisonal dari berbagai ormas Islam, memberikan masukan rumusannya dan ketika nanti UU Pesantren diterapkan akhir tahun 2020 manfaatnya bisa oleh mereka.

“Pesantren tradisional di Indonesia mayoritas. Oleh sebab itu, kawal peraturan pelaksanaan UU Pesantren. Berperan aktiflah. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh mereka. Itu pesan Pak Menag.“ Tegas Gus Ubaid. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − six =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.