Home Berita Nasional Enam Tokoh Ini Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Salah Satunya Azhari

Enam Tokoh Ini Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Salah Satunya Azhari

161
0
SHARE
Brigjen K.H. Syam'un

Wasathiyyah.com, Jakarta — Presiden Joko Widodo menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Enam tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Tahun 2018 itu yakni Almarhum Abdurrahman Baswedan dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakartaa, Almarhum Agung Hajjah Andi Depu dari Provinsi Sulawesi Barat, Almarhum Depati Amir dari Provinsi Bangka Belitung, Almarhum Kasman Singodimejo dari Provinsi Jawa Tengah, Almarhum Ir H Pangeran Mohammad Noor dari Provinsi Kalimantan Selatan dan Almarhum Brigjen KH Syam’un dari Provinsi Banten.

Penganugerahan gelar pahlawan nasional itu tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 123/TK/TAHUN 2018 tanggal 6 November 2018 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Acara penganugerahan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2017. Hadir dalam acara penganugerahan tersebut antara lain Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri Sosial Agus Gunanjar Kartasasmita, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri PANRB Syafruddin, Menpora Imam Nahrawi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Brigjen KH Syam’un tercatat pernah mengenyam pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir pada tahun 1910-1915 atau biasa disebut azhari.

Ia merupakan pendiri Perguruan Islam Al-Khairiyah Citangkil, Kota Cilegon. Beliau lahir pada 5 April 1894 dari pasangan taat beragama H. Alwiyan dan Hj. Hajar. Brigjen KH. Syam’un masih keturunan dari KH. Wasid tokoh “Geger Cilegon” 1888 (perjuangan melawan Pemerintah Kolonial Belanda).

KH. Syam’un pernah bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA), sebuah gerakan pemuda bentukan Jepang. Dalam PETA, jabatan KH. Syam’un adalah Dai Dan Tyo yang membawahi seluruh Dai Dan I PETA wilayah Serang.

Selama menjadi Dai Dan Tyo KH. Syam’un sering mengajak anak buahnya untuk memberontak dan mengambil alih kekuasaan Jepang. Keterlibatan KH. Syam’un dalam dunia militer mengantarkannya menjadi pimpinan Brigade I Tirtayasa Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), yang kemudian berganti menjadi TNI Divisi Siliwangi.(WST/YN/DBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.