Home Berita Nasional Terkait Corona, Petani Muslim Dihimbau Stop Penggunaan Pupuk Kimia

Terkait Corona, Petani Muslim Dihimbau Stop Penggunaan Pupuk Kimia

214
0
SHARE
Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Tani Islam Indonesia (PB STII), Fathurrahman Mahfudz dalam acara pelantikan PB STII Periode 2019-2024 di aula Masjid Al Furqon, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (6/3).

Wasathiyyah.com, Jakarta – Munculnya kasus virus Corona baru (Covid 19) di Indonesia harus menjadi peringatan bagi kita tentang pentingnya menjaga kekebalan tubuh. Salah satu caranya adalah mengurangi dan menghentikan penggunaan pupuk kimia oleh para petani.

Hal ini seperti diungkapkan oleh Fathurrahman Mahfudz, Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Tani Islam Indonesia (PB STII). Ia menuturkan bahwa penggunaan pupuk kimia pada tanaman pertanian dan perkebunan akan terbawa ke dalam tubuh manusia yang mengkonsumsinya dan hal itu dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap virus.

“Ini satu warning kepada petani kita seluruh Indonesia, terutama petani Muslim agar jangan lagi memakai kimia. Tanah kita sudah rusak, buah yang kita makan pun unsur kimianya sudah banyak banget. Merusak tubuh kita,” ujar Fathur saat ditemui dalam acara pelantikan PB STII Periode 2019-2024 di aula Masjid Al Furqon, Jalan Kramat Raya 45 Jakarta Pusat, Jumat (6/3).

Lebih lanjut Fathurrahman menjelaskan bahwa zat kimia yang terbawa ke dalam tubuh dari makanan yang dikonsumsi, maka akan membuat derajat keasaman (pH) tubuh menjadi rendah. Akibatnya tubuh kita menjadi rentan terhadap virus, tak terkecuali virus Corona.

“Karena kimia yang dari tanaman itu kita pakai, maka tubuh kita jadinya tidak kebal. Ketika tidak kebal, virus Corona gampang masuk. Logikanya begitu. Makanya kita harus kembali pada organik,” ucap Fathur.

Fathurrahman juga menambahkan bahwa Islam telah mengajarkan hidup bersih dan sehat. Hal ini bisa diterapkan sejak dari kegiatan pertanian dan perkebunan dengan cara membiasakan penggunaan pupuk organik daripada pupuk kimia.

Hal serupa diungkapkan oleh Menteri Kehutanan RI 2004-2009, MS Ka’ban. “”Kalau saya cenderung mengajak masyarakat, naikkan daya tahan tubuh. Tentu dengan berbagai macam cara yang bisa ditempuh, misalnya dengan membiasakan memakan makanan yang sehat, memakan herbal,” ungkapnya. (WST/RS/republika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.