Home Berita Nasional Tingkatkan Potensi Ekspor ke Mesir, KBRI Cairo Gelar Forum Informasi Pasar Indonesia-Mesir

Tingkatkan Potensi Ekspor ke Mesir, KBRI Cairo Gelar Forum Informasi Pasar Indonesia-Mesir

167
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Jakarta — Dalam upaya meningkatkan potensi ekspor produk Indonesia ke pasar Mesir,  KBRI Cairo pada Jum’at (6/3) menggelar “Forum Informasi Pasar Indonesia-Mesir” bertempat di Hotel Sparks Luxe Jakarta. Forum yang dibuka secara sinergis oleh Sekretaris Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI dan Sekretaris Ditjen Aspasaf Kemlu RI ini antara lain dihadiri oleh 120 pengusaha Indonesia dan 3 pengusaha Mesir. Selain itu hadir pula perwakilan Kedubes Mesir di Jakarta, BKPM, KADIN, Ketua Asosiasi Kopi Specialti Indonesia, Wakil Ketua III Dewan Minyak Sawit Indonesia dan sejumlah asosiasi perdagangan lainnya.

Sejumlah produsen besar Indonesia juga turut hadir dalam forum dimaksud, seperti PT Mayora Indah, PT. Rodamas Inti International (Sasa), PT. Bintan Resorts, PT. Kaldu Sari Nabati (Richeese), PT Multistrada Arah Sarana, serta sejumlah Direksi BUMN seperti dari PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia dan PT. Sarinah. Tidak hanya dari Ibu kota, sejumlah pengusaha dari berbagai daerah juga menyempatkan diri untuk hadir dalam forum dimaksud, di antaranya dari Yogyakarta, Bintan, Semarang, Bandung, dan Palembang. Sementara dari pengusaha Mesir, antara lain hadir Mr. Abdurrahman Mohamed Baraka (importir roda kendaraan, produsen glassware Indonesia di Mesir), Mr. Hassan Haggag (Importir kopi), dan Mr. Marcus Mansour (Importir peralatan elektronik)

Forum Informasi Pasar ini dimulai dengan sambutan Atase Perdagangan mewakili Duta Besar RI untuk Mesir, dirangkai dengan sambutan Sesditjen PEN Kemendag dan Sesditjen Aspasaf Kemlu yang kemudian secara simbolik bersama-sama membuka forum secara resmi.

Mewakili Duta Besar RI untuk Mesir, Atase Perdagangan RI, Irman Adi Purwanto Moefthi dalam laporannya menyampaikan bahwa KBRI Cairo dengan dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan forum ini untuk mensinergikan sektor swasta dan pemerintah guna meningkatkan potensi ekspor produk Indonesia ke Mesir, sehingga diharapkan tercipta lebih banyak peluang kerja sama, baik di sektor perdagangan maupun investasi. Selain itu, dalam upaya untuk lebih lanjut mengidentifikasi dan meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi Imdonesia-Mesir. Atase Perdagangan juga menyampaikan bahwa KBRI Cairo akan menyelenggarakan forum bisnis dan investasi secara berkelanjutan di Mesir pada bulan Juni 2020 guna menjembatani dan memperkuat hubungan dagang antara pelaku usaha Indonesia dan Mesir, serta mempromosikan berbagai peluang usaha dan investasi Indonesia.

“KBRI Cairo mendukung penuh forum yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan dan Menteri Luar Negeri ini. Kami berharap, forum ini menjadi jembatan antara pengusaha Indonesia dan Mesir,” ujar Atdag Irman Adi Purwanto.

Sesditjen PEN Kemendag, Ganef Judawati dalam sambutannya menyampaikan bahwa Mesir merupakan negara dengan importir yang selalu mendapatkan anugerah Primaduta Award setiap tahun karena volume impor yang besar dan berkesinambungan.  Sesditjen PEN juga menyampaikan apresiasi kepada KBRI Cairo atas inisiatif untuk penyelenggaraan Forum Informasi Pasar Indonesia-Mesir, disamping keberhasilan KBRI Cairo dalam menggalang misi dagang ke Indonesia, seperti Trade Expo Indonesia 2019 lalu, dimana importir Mesir merupakan importir dengan transaksi terbanyak yang mencapai nilai USD 269,19 juta. Menurut Sesditjen PEN, penyelenggaraan forum ini merupakan terobosan baru yang sangat positif untuk mengembangkan ekspor Indonesia.

Sesditjen Aspasaf Kemlu, Rossy Verona dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi kepada KBRI Cairo atas penyelenggaraan forum dimaksud melalui kerja sama dengan berbagai pihak dan berharap bahwa melalui forum ini akan terbuka peluang lebih besar untuk kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara. Sesditjen Aspasaf juga mengundang para pengusaha Mesir untuk datang kembali ke Indonesia mengikuti even-even promosi, terutama Trade Expo Indonesia, Festival Kopi Internasional di Bengkulu, serta Halal Summit yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2020. Selain itu diharapkan, KBRI Cairo untuk terus melanjutkan berbagai kegiatan promosi Indonesia di Mesir, seperti AgriExpo dan even-even promosi lainnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan peluang usaha, kisah sukses, diskusi dan tanya jawab seputar pengalaman menjalin kerja sama bisnis antara Indonesia dan Mesir, dengan panelis yang terdiri dari para pengusaha Mesir dan Indonesia yang telah berpengalaman dalam kerja sama bisnis antara kedua negara.

Dalam sesi diskusi para panelis mengetengahkan berbagai pengalamannya dalam memasuki pasar Mesir dan bagaimana menjalin hubungan dagang yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Sementara panelis dari pengusaha Mesir menyampaikan bahwa di tengah kondisi dunia yang tengah menghadapi isu virus Corona, Mesir merupakan pasar yang potensial karena saat ini Mesir tengah mencari produsen alternatif untuk komoditi yang dahulunya didatangkan dari negara-negara yang terjangkit virus tersebut. Dalam hal ini disampaikan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk mengisi kekosongan produk yang terjadi di pasar Mesir. Pada sesi tanya jawab, sejumlah pertanyaan yang mengemuka, antara lain terkait bea masuk produk Indonesia ke Mesir, daftar produk potensial yang masuk ke Mesir, akses jaringan pasar produk agro dan perikanan, serta efisiensi dan keamanan system pembayaran transaksi antar bank.

Acara kemudian dilanjutkan dengan B to B Meeting, yang antara lain membahas potensi kontrak pembelian kopi, peralatan elektronik, serta sejumlah komoditi lainnya. Selain itu juga telah diagendakan beberapa kegiatan lanjutan seperti kunjungan ke Kadin dan BUMN, pembahasan ketertarikan beberapa perusahaan Indonesia untuk menjajaki peluang kerja sama perdagangan dan investasi dengan Mesir, serta diversifikasi peluang ekspor.

Menindaklanjuti hasil Forum Informasi Pasar Indonesia-Mesir, KBRI Cairo juga berencana melakukan sejumlah pemaparan lanjutan di beberapa tempat, kunjungan ke sejumlah perusahaan di sejumlah kota di Indonesia, dan bersama dengan pengusaha Mesir meninjau salah satu tempat produksi dan pemrosesan kopi secara langsung di Jawa Tengah.

Mesir merupakan negara non-tradisional yang strategis untuk peningkatan ekspor produk Indonesia di Kawasan Timur Tengah dan Afrika, mengingat Mesir memiliki penduduk lebih dan 100 jiwa (terbesar kedua di Timur Tengah dan Afrika setelah Nigeria). Selain itu Mesir juga memiliki perjanjian perdagangan bebas Kawasan sekitar, seperti Egypt-EU Partnership, COMESA, Agadir, Greater Arab Free Trade Area (GAFTA), Qualifying Industrial Zone (QIZ) dengan Amerika Serikat, serta sejumlah perjanjian perdagangan bebas lainnya.

Nilai ekspor Indonesia ke Mesir mencapai lebih dari USD 1 miliar per tahun pada lima tahun terakhir dan pada tahun 2019 mencapai USD 1.019.119.200 (terbesar untuk benua Afrika), sementara nilai impor dari Mesir pada tahun 2019 mencapai USD 135,38 juta. Ekspor komoditi utama Indonesia ke Mesir yaitu Crude Palm oil (CPO), kopi, tembakau, benang sintetis, pulp, kendaraan bermotor, kertas, fiberboard, dll. Sementara impor komoditi utama Indonesia dari Mesir antara lain fosfat, molasses, kurma, anggur, bawang putih kering, jeruk, produk kecantikan, kentang, dll. (WST/YNF/SAD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three − two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.